Kapten Timnas Argentina Lionel Messi memberikan pandangannya terkait peta persaingan tim-tim tangguh yang menjadi kandidat kuat juara pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang. Penyerang Inter Miami tersebut menilai kompetisi akan berjalan sangat berat bagi skuad La Albiceleste dalam upaya mempertahankan gelar.
Persaingan ketat ini diakui Messi dalam sebuah sesi wawancara bersama Lo Del Pollo, sebagaimana dilansir dari Detik Sport. Pemain berusia 38 tahun tersebut menekankan bahwa timnya tidak boleh meremehkan kekuatan negara lain yang memiliki komposisi pemain berkualitas tinggi di turnamen bergengsi tersebut.
"Kami (Timnas Argentina) harus sadar kalau banyak ada lawan tangguh dan jadi favorit juara," buka Messi.
Penilaian Messi pertama kali tertuju pada dua kekuatan besar dari benua Eropa yang dianggap memiliki kedalaman skuad paling menonjol saat ini. Ia memberikan apresiasi khusus terhadap stabilitas permainan serta materi pemain yang dimiliki oleh Tim Nasional Prancis dan Spanyol.
"Prancis terlihat sangat kuat dengan banyak pemain bagus, begitu pula Spanyol," tegasnya.
Selain dua raksasa Eropa tersebut, peraih delapan Ballon d'Or ini juga menaruh perhatian besar pada kekuatan sepak bola dari Amerika Latin dan negara Eropa lainnya. Nama Brasil dan Portugal muncul sebagai daftar pesaing yang dianggap Messi memiliki daya saing kompetitif yang tinggi.
"Brasil, meskipun mereka belum berada dalam performa terbaik mereka untuk sementara waktu, mereka selalu menjadi pesaing tangguh," paparnya.
Kualitas skuad asuhan Roberto Martinez juga tak luput dari pengamatan Messi yang memprediksi bahwa persaingan tidak akan terbatas pada tim-tim tradisional saja. Penegasan mengenai kualitas pemain Portugal menjadi poin penting dalam analisis kapten Argentina tersebut mengenai calon lawan mereka nanti.
"Portugal, menurut saya, juga memiliki tim nasional yang sangat kompetitif," sambungnya.
Berdasarkan hasil pembagian grup, Timnas Argentina telah dipastikan masuk ke dalam Grup J pada putaran final Piala Dunia 2026. Sang juara bertahan dijadwalkan akan memulai perjuangan mereka dengan menghadapi persaingan dari tiga negara lainnya, yakni Aljazair, Austria, dan Yordania.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·