Liverpool harus mengakui keunggulan tuan rumah Manchester United dengan skor 2-3 dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Old Trafford pada Minggu (3/5). Kekalahan ini memicu kritik tajam dari mantan penyerang The Reds, Daniel Sturridge, yang menilai tim asuhan Arne Slot tersebut mulai kehilangan arah permainan aslinya.
Hasil pertandingan ini ditentukan melalui gol penutup dari Mainoo yang mengunci kemenangan Setan Merah. Sebelumnya, tuan rumah sempat unggul lebih dulu melalui gol dari Cunha dan Sesko pada babak pertama, sebelum Liverpool memperkecil kedudukan melalui gol Szoboszlai dan Gakpo sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Eks penggawa Liverpool, Daniel Sturridge, memberikan peringatan keras atas performa tim yang ia anggap mengalami penurunan signifikan sepanjang kompetisi berjalan. Penilaian tersebut didasari pada rapuhnya pertahanan tim saat menghadapi serangan balik cepat dari lawan.
"Penampilan mereka mengkhawatirkan, tidak cuma hari ini tapi sepanjang musim. Mereka masih terus kebobolan lewat serangan-serangan balik," buka Sturridge, Mantan Pemain Liverpool.
Sosok yang mencatatkan 160 penampilan untuk klub asal Merseyside ini menyoroti minimnya kontribusi pemain lini tengah dan depan dalam membendung aliran bola lawan. Ia merasa filosofi permainan Liverpool tidak lagi terlihat jelas dalam pertandingan tersebut.
"Tidak ada pemain di lini tengah atau lini serang yang benar-benar menghentikan permainan di area yang lebih tinggi di lapangan. Identitasnya tidak terlihat," tegas Sturridge, Mantan Pemain Liverpool.
Meskipun terdapat perubahan gaya main yang lebih fokus pada penguasaan bola di bawah arahan manajer Arne Slot, Sturridge berpendapat bahwa pendekatan metodis tersebut belum memberikan dampak positif bagi performa tim secara keseluruhan. Berdasarkan laporan Sky Sports, statistik performa tim justru menunjukkan penurunan di berbagai sektor.
"Dengan Arne, kita melihat tim berbasis penguasaan bola yang sedikit lebih metodis. Tapi ketika Anda melihat statistik tim tahun ini, statistiknya jauh menurun di semua lini," ungkap Sturridge, Mantan Pemain Liverpool.
Ia juga menambahkan bahwa efektivitas penguasaan bola saat ini tidak sebanding dengan kualitas permainan satu lawan satu yang ditunjukkan para pemain di lapangan.
"Penguasaan bola Liverpool saat ini tidak cukup. Mereka masih belum punya identitas. Malah mereka tidak cukup bagus juga dalam situasi satu lawan satu," papar Sturridge, Mantan Pemain Liverpool.
Sebagai penutup, pencetak 68 gol bagi Liverpool ini menyarankan agar manajemen dan pelatih segera menentukan kerangka permainan yang lebih solid untuk musim ini.
"Mereka harus memutuskan kerangka permainan, pemain-pemain mana yang akan bertanding, dan menerapkan filosofi," tutup Sturridge, Mantan Pemain Liverpool.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·