Petugas gabungan berhasil melepaskan lokomotif kereta api jarak jauh yang tersangkut pada gerbong KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). Evakuasi dilakukan setelah insiden tabrakan yang mengakibatkan kerusakan parah pada rangkaian kereta dan menelan sejumlah korban jiwa serta luka-luka.
Berdasarkan laporan dari Detikcom di lokasi kejadian pada pukul 08.18 WIB, personel Basarnas berupaya keras menarik lokomotif yang tertancap di bagian belakang gerbong KRL. Upaya pemisahan tersebut membutuhkan waktu berjam-jam hingga akhirnya kedua rangkaian kereta dapat terlepas, meski kondisi bagian atas lokomotif tampak penyok dan dipenuhi puing-puing.
Tercatat sebanyak tujuh orang meninggal dunia dan 81 penumpang lainnya mengalami luka-luka akibat benturan keras semalam. Para korban luka saat ini telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit terdekat, sementara area evakuasi di stasiun masih dalam kondisi steril.
"Jumlah korban yang terjadi pada tadi malam meninggal 7 orang dan luka-luka dirawat 81 orang," ungkap Bobby.
Proses pemindahan lokomotif ini menghadapi kendala teknis yang cukup berat sehingga memakan durasi yang panjang. Penanganan dilakukan dengan sangat teliti untuk memastikan keamanan di sekitar area peron Stasiun Bekasi.
"Evakuasi ini terus terang cukup lama selama kurang 8 jam dan kita lakukan hati-hati sekali," tuturnya.
Situasi pascatabrakan di Stasiun Bekasi Timur sempat terekam dalam kondisi mencekam saat para penumpang saling membantu mengevakuasi korban di tengah kegelapan gerbong. Beberapa orang ditemukan tergeletak lemas di peron karena mengalami syok hebat setelah hantaman terjadi.
Kerusakan signifikan terlihat pada salah satu rangkaian KRL Commuter Line yang ringsek akibat dihantam kereta jarak jauh tersebut. Saat kejadian, aliran listrik padam total yang memicu kepanikan luar biasa di kalangan penumpang yang masih terjebak di dalam gerbong yang gelap gulita.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·