Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan sekitar 15 juta penduduk usia produktif di Indonesia belum memiliki rekening bank pada Kamis (7/5/2026). Temuan ini menjadi hambatan signifikan dalam upaya pemerintah mempercepat pemerataan akses layanan keuangan di seluruh wilayah Indonesia.
Data yang dilansir dari Kompas menunjukkan adanya celah akses layanan keuangan formal yang lebar pada segmen masyarakat tertentu. Kondisi tersebut memicu otoritas keuangan untuk meningkatkan penetrasi layanan perbankan hingga ke area yang belum terjangkau secara maksimal.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menjelaskan bahwa perluasan literasi menjadi prioritas lembaga untuk mengatasi persoalan tersebut. Upaya ini dilakukan guna memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan sistem keuangan yang ada.
"Terkait inklusi keuangan, masih terdapat sekitar 15 juta penduduk usia produktif yang belum memiliki rekening bank," kata Anggito dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta.
Penegasan mengenai komitmen LPS dalam mempermudah akses layanan juga disampaikan sebagai langkah strategis nasional. Fokus utama lembaga saat ini tertuju pada pemberdayaan masyarakat agar lebih melek finansial.
"LPS akan terus mendorong literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat dapat mengakses layanan keuangan secara lebih luas," lanjut Anggito.
Pemerintah bersama otoritas sektor keuangan tengah mengintegrasikan berbagai program digitalisasi untuk menjangkau masyarakat non-nasabah. Langkah ini mencakup edukasi berkelanjutan yang menyasar kelompok usia produktif di daerah terpencil.
"Pemerintah dan otoritas sektor keuangan terus mendorong berbagai program digitalisasi layanan keuangan, perluasan akses perbankan, hingga edukasi literasi keuangan untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional," tutur Anggito.
Di sisi lain, Anggito memastikan bahwa stabilitas sektor keuangan nasional masih berada pada posisi yang terjaga dengan baik. Indikator perbankan menunjukkan tren positif, di mana dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,57 persen dan penyaluran kredit meningkat 9,6 persen per Maret 2026.
Peningkatan kapasitas teknologi informasi juga menjadi fokus untuk melindungi keamanan data nasabah, terutama pada lembaga jasa keuangan skala kecil. LPS berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional melalui jaminan simpanan.
"Cakupan rekening yang dijamin tetap berada di atas 90 persen, baik untuk bank umum maupun BPR/BPRS," ucap Anggito.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·