Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique menegaskan komitmennya untuk melakukan rotasi pemain setelah timnya menelan kekalahan tipis 1-2 dari Olympique Lyonnais pada Minggu malam, 19 April 2026. Hasil minor di Stadion Parc des Princes tersebut membuat persaingan gelar juara Ligue 1 semakin ketat.
Luis Enrique menilai jalannya pertandingan sebenarnya berada dalam kendali anak asuhnya yang tampil dominan sejak awal laga. Namun, efektivitas serangan Lyon menjadi pembeda meski PSG melepaskan total 23 tembakan sepanjang pertandingan berlangsung.
"L’analyse est très facile. Quand on débute les matchs de cette manière, on cherche à contrôler le jeu, on cherche à dominer les matchs, on cherche à créer des occasions. On a pu comprendre que ce serait difficile, un match compliqué. On a cessé de créer des occasions. Je pense qu’on a frappé 23 fois et on a raté encore un pénalty. Lyon a fait des actions de très haut niveau, ils ont frappé cinq fois, ils ont marqué deux buts. C’est magnifique pour eux. J’aime la manière dont ils jouent, j’aime beaucoup cette équipe, j’aime beaucoup leurs joueurs, j’aime beaucoup leur entraîneur ", kata Luis Enrique.
Juru taktik asal Spanyol tersebut menyadari jadwal padat yang dihadapi Les Parisiens menuntut manajemen fisik pemain yang ekstra hati-hati. Ia memastikan kebijakan perubahan komposisi pemain akan terus dilakukan untuk menjaga kebugaran skuad utama di berbagai kompetisi.
"Il faut donner des minutes à beaucoup de joueurs parce que c’est la solution pour jouer tous les trois jours", ujar Luis Enrique.
Enrique memprediksi perburuan gelar juara Liga Prancis akan terus berlangsung sengit hingga pekan terakhir. Meski baru saja kehilangan poin penuh di kandang, sang pelatih tetap memegang target tinggi untuk menyapu bersih semua trofi yang tersedia bagi klub ibu kota Prancis tersebut.
"C’est la manière avec laquelle je pense qu’il faut gérer ça parce qu’on va chercher à gagner les deux compétitions", tutur Luis Enrique.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·