Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique mencetak sejarah baru di Liga Champions setelah membawa timnya menang 5-4 atas Bayern Munich pada laga leg pertama semifinal, Rabu dini hari, 29 April 2026. Pencapaian di Stadion Parc des Princes ini mengukuhkan posisinya sebagai pelatih dengan pertumbuhan kemenangan tercepat di kompetisi tersebut.
Kemenangan tipis namun krusial ini memberikan keunggulan bagi Les Parisiens sekaligus melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Pep Guardiola. Data dari Opta menunjukkan bahwa Enrique kini menjadi pelatih tercepat yang mencapai 50 kemenangan dalam sejarah Liga Champions.
Prestasi fenomenal tersebut diraih Enrique hanya dalam 77 pertandingan saat menukangi Barcelona dan PSG. Sebagai perbandingan, Guardiola membutuhkan 80 pertandingan untuk mencapai angka yang sama ketika ia melatih Bayern Munich pada tahun 2015 silam.
Dominasi PSG di kandang sendiri terlihat melalui serangan yang agresif sejak menit awal. Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembele masing-masing mencetak dua gol, ditambah satu sumbangan gol dari Joao Neves untuk memastikan keunggulan tuan rumah sebelum melakoni laga tandang.
Di sisi lain, Bayern Munich tetap menjaga peluang mereka melalui empat gol balasan yang dicetak oleh Harry Kane, Michael Olise, Dayot Upamecano, dan Luis Diaz. Perlawanan sengit dari tim asal Jerman ini membuat persaingan menuju babak final tetap terbuka lebar.
Hasil ini membuka jalan bagi PSG untuk memperebutkan tiket final yang akan digelar di Budapest, Hungaria. Jika berhasil menyingkirkan Bayern, sang juara Prancis tersebut bakal berhadapan dengan pemenang antara Arsenal atau Atletico Madrid demi mempertahankan gelar juara mereka.
Luis Enrique kini semakin menegaskan reputasinya sebagai salah satu teknisi terbaik di Eropa dengan koleksi dua trofi Liga Champions bersama Barcelona dan PSG. Sementara itu, rekannya Pep Guardiola masih unggul dalam jumlah total dengan raihan tiga gelar juara bersama Barcelona dan Manchester City.
Meskipun keduanya tumbuh di bawah pengaruh filosofi Johan Cruyff dan memiliki hubungan dekat, persaingan antara Enrique dan Guardiola tetap terasa kuat di level tertinggi. Melalui rekor terbaru ini, Enrique mulai keluar dari bayang-bayang kolega Spanyolnya tersebut dan mengamankan tempatnya sendiri di jajaran elit pelatih sepak bola dunia.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·