Magang Nasional 2025 Tahap II resmi ditutup

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menutup rangkaian program Magang Nasional 2025 Tahap II di Jakarta, Selasa.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan sebanyak 62 ribu orang peserta yang merupakan lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi telah menyelesaikan program ini dengan uang saku setara upah minimum kota/kabupaten (UMK).

“(Peserta Tahap 2) 62 ribu orang, ditambah (Magang Nasional) Batch I sekitar 16 ribu, jadi total sebanyak 78 ribu (peserta) magang itu sudah selesai untuk Batch I dan Batch II,” kata Menaker Yassierli dalam jumpa pers usai acara penutupan.

Ia mengatakan, pihaknya mendorong para alumni peserta Magang Nasional untuk mengikuti sertifikasi kompetensi, agar menambah nilai mereka dalam persaingan pasar kerja.

Baca juga: Kemnaker: Sertifikasi kompetensi perluas peluang kerja lulusan magang

Ia menegaskan sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting setelah peserta menyelesaikan program magang karena memberikan pengakuan resmi atas keterampilan yang diperoleh selama praktik kerja.

Selain itu, Kemnaker pun mendorong lulusan program Magang Nasional Tahap 2 untuk melanjutkan peningkatan kompetensi melalui sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang difasilitasi secara gratis. Adapun pendaftaran sertifikasi dibuka pada 8–19 Juni 2026 melalui platform MagangHub.

Lebih lanjut, Menaker mengatakan sejauh ini evaluasi dari program Magang Nasional berjalan dengan baik dan memiliki tingkat kepuasan yang tinggi, baik dari peserta maupun perusahaan.

Ia berharap tren positif ini dapat berlanjut pada pelaksanaan program Magang Nasional 2026 dan para peserta bisa turut terserap ke perusahaan-perusahaan tempat mereka mendapatkan pengalaman kerja.

Baca juga: Kemnaker siapkan estafet karier bagi alumni Magang Nasional

“Kita juga mendapatkan hasil evaluasi (Magang Nasional) Batch I, ada sekitar 35 persen adik-adik magang kita itu ditawari untuk bekerja di tempat magang. Ini hasil baru Batch I dari sampel sekitar 14 ribu orang, nanti batch kedua nanti kita evaluasi,” kata Yassierli.

Menaker pun berharap Magang Nasional dapat menjangkau lebih banyak lagi peserta dan tidak berfokus di satu pulau atau daerah tertentu saja di Indonesia.

“Target kita itu sebenarnya balik lagi tadi memberikan kesempatan terkait dengan exposure dunia kerja, peningkatan kompetensi. Tapi kami yakin bahwa ketika kita desain lebih baik nanti sebarannya (Magang Nasional) juga lebih merata,” ujar Yassierli.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.