Majelis Dayak Tomun Temui DPRD Lamandau, Ada Aspirasi Jalan dan Masjid Agung

Sedang Trending 56 menit yang lalu

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Majelis Dayak Tomun (MDT) Kabupaten Lamandau menggelar audiensi dengan DPRD Lamandau di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lamandau, baru-baru ini. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah aspirasi pembangunan daerah disampaikan, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan hingga kelanjutan pembangunan Masjid Agung.

Audiensi itu juga menjadi momentum penguatan sinergi antara lembaga adat dan legislatif usai keluarnya Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum terkait legalitas kepengurusan Majelis Dayak Tomun Kabupaten Lamandau.

Ketua DPRD Lamandau Herianto menyambut langsung kehadiran Raja Majelis Dayak Tomun, Dr. Ir. Marukan, M.AP., bersama jajaran pengurus MDT. Menurutnya, selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga memperkenalkan kepengurusan baru MDT yang siap mendukung percepatan pembangunan daerah.

“Pertemuan ini sekaligus menyampaikan keluarnya SK Menteri Hukum terkait kepengurusan Dayak Tomun. Kami juga diperkenalkan dengan struktur pengurus MDT yang berkomitmen ikut mendorong pembangunan di Kabupaten Lamandau,” kata Herianto kepada wartawan, Sabtu (15/5).

Dalam audiensi tersebut, MDT turut menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat. Di antaranya peningkatan jalan di jalur Simpang Perigi, kelanjutan pembangunan Masjid Agung, hingga proyek-proyek strategis lainnya yang dinilai penting bagi kemajuan daerah.

Herianto menegaskan DPRD Lamandau terbuka menerima masukan dari organisasi masyarakat maupun lembaga adat selama bertujuan untuk kepentingan masyarakat luas.

“Kami menyambut baik setiap masukan dan saran yang disampaikan. Kalau itu demi kemajuan Lamandau, tentu harus kita cari solusi bersama agar pelaksanaannya tepat sasaran,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Sementara itu, Raja Majelis Dayak Tomun Kabupaten Lamandau, Dr. Ir. Marukan, M.AP., mengatakan MDT siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan DPRD dalam mendukung pembangunan yang tetap selaras dengan nilai budaya dan kearifan lokal.

“Sebagai organisasi masyarakat adat, MDT berkomitmen memberikan dukungan pemikiran dan moral demi kesejahteraan masyarakat di Bumi Bahaum Bakuba,” ucap Marukan.

Pertemuan berlangsung hangat dan diakhiri dengan komitmen bersama menjaga kondusivitas daerah serta mengawal pembangunan agar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. (bib)