Malaysia Kenakan Bea Impor Emas 10 Persen, Pengiriman Mulai Tertahan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Bendera Malaysia. Foto: Cloud_Yew/Shutterstock

Pemerintah Malaysia mulai mengenakan bea impor sebesar 10 persen terhadap sejumlah pengiriman emas batangan. Kebijakan tersebut disebut memicu gangguan pada perdagangan logam mulia di negara tersebut.

Mengutip Bloomberg, Kamis (28/5), berdasarkan informasi dari sejumlah pelaku pasar yang mengetahui kebijakan itu, sejumlah kargo emas yang masuk ke Malaysia sudah dikenakan tarif impor sejak awal Mei. Namun, para trader dan dealer yang mengetahui kebijakan tersebut enggan disebutkan identitasnya karena tidak memiliki kewenangan berbicara kepada media.

Pengenaan tarif tambahan itu membuat sebagian pengiriman emas tertahan di bea cukai. Tak sedikit pula pengiriman yang akhirnya dialihkan ke negara lain.

Sumber pasar menyebut tambahan biaya tersebut belum diimbangi kenaikan harga emas di pasar domestik dalam skala yang setara. Kondisi itu membuat aktivitas impor emas menjadi kurang menarik secara bisnis.

Ilustrasi emas batangan. Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS

Dampaknya juga mulai dirasakan oleh pelaku industri keuangan. Bank Muamalat Malaysia Bhd., bank syariah yang menyediakan produk investasi emas, menyatakan tambahan biaya akan diteruskan kepada konsumen apabila bea impor emas batangan tersebut tetap diterapkan.

Di sisi lain, pihak otoritas memberi sinyal akan berdiskusi dengan industri terkait kebijakan ini. Juru bicara Departemen Bea Cukai Kerajaan Malaysia mengatakan Kementerian Keuangan akan “berkomunikasi dengan pelaku industri” terkait impor “produk emas cetakan” (minted gold products).

Sementara itu, Malaysia Gold Association maupun perwakilan lokal World Gold Council memilih tidak memberikan tanggapan.

Kebijakan ini muncul ketika harga emas global sempat menembus rekor tertinggi pada awal tahun. Lonjakan harga tersebut mendorong minat investasi terhadap aset safe haven itu, termasuk di Asia.

Di Malaysia, tren investasi emas juga terus berkembang. Sejumlah bank lokal meluncurkan produk investasi berbasis emas dalam setahun terakhir. Selain itu, perusahaan logistik logam mulia Loomis AB juga membuka fasilitas penyimpanan emas di dekat Kuala Lumpur untuk mengakomodasi meningkatnya permintaan.

Berdasarkan data Departemen Statistik Malaysia, impor emas non-moneter negara tersebut mencapai sekitar 9,7 miliar ringgit atau setara USD 2,5 miliar hingga April tahun ini.

instagram embed