Klub raksasa Liga Inggris, Manchester City, mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras tindakan rasisme terhadap dua pemainnya, Antoine Semenyo dan Marc Guehi, usai pertandingan pekan ke-35 melawan Everton pada Senin kemarin.
Aksi diskriminasi tersebut terjadi dalam dua bentuk berbeda, yakni pelecehan verbal langsung di dalam stadion serta serangan di media sosial setelah pertandingan yang berakhir imbang 3-3 tersebut. Pihak kepolisian dilaporkan telah mengamankan seorang tersangka terkait insiden di tribun.
Kepolisian Merseyside menangkap seorang pria berusia 71 tahun asal Nottinghamshire atas dugaan pelanggaran ketertiban umum yang diperparah dengan unsur rasial terhadap Semenyo di Stadion Hill Dickinson. Tersangka kini telah dibebaskan dengan jaminan dan dilarang mendekati stadion olahraga mana pun sebelum dan sesudah pertandingan.
Pihak klub mengonfirmasi bahwa Marc Guehi juga menjadi sasaran setelah melakukan kesalahan fatal di lapangan. Manchester City menyayangkan serangan digital yang ditujukan kepada bek tersebut di platform media sosial pada malam setelah laga berakhir.
Dalam keterangan resminya, Manchester City menegaskan sikap tidak menoleransi segala bentuk prasangka. Manajemen klub memastikan akan memberikan dukungan penuh bagi kedua pemain tersebut untuk menghadapi dampak dari serangan yang terjadi.
"Manchester City strongly condemns the racist abuse directed towards Antoine Semenyo at yesterday’s match." tulis Manchester City, dilansir dari situs resmi klub.
Pernyataan tersebut juga mengapresiasi kerja sama pihak keamanan dalam menangani kasus yang menimpa Semenyo secara cepat. Klub memastikan investigasi terhadap pelaku di media sosial juga terus berjalan.
"We welcome the swift action taken by Everton and the police to identify the individual responsible." lanjut Manchester City.
Kekecewaan mendalam diutarakan oleh manajemen The Citizens terkait perlakuan yang diterima oleh Guehi di jagat maya. Mereka menilai komentar-komentar tersebut sangat menjijikkan bagi institusi olahraga.
"We are also incredibly disappointed to hear that Marc Guéhi was subject to a series of vile racist social media posts last night." tegas Manchester City.
Klub menekankan bahwa diskriminasi dalam bentuk apa pun tidak akan pernah mendapatkan tempat dalam sepak bola. Komitmen ini disampaikan sebagai bentuk perlindungan kepada seluruh anggota tim.
"We will continue to offer our full support to both Antoine and Marc and never accept discrimination of any kind in our game." pungkas Manchester City.
Terlepas dari skandal rasisme ini, tim asuhan Pep Guardiola kini harus mengalihkan fokus untuk mengejar Arsenal di puncak klasemen. Manchester City dijadwalkan menjamu Brentford pada hari Sabtu mendatang guna mempertahankan peluang dalam perburuan gelar juara.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·