Manchester City berpeluang besar menggeser posisi Arsenal di puncak klasemen sementara Liga Inggris saat bertandang ke markas Burnley di Stadion Turf Moor pada Kamis, 23 April 2026, dini hari WIB. Tim asuhan Pep Guardiola saat ini mengoleksi 67 poin dari 32 laga, hanya tertinggal tiga angka dari Arsenal yang sudah memainkan 33 pertandingan.
The Citizens memiliki keunggulan selisih gol yang signifikan dibandingkan Meriam London, yakni 66 berbanding 63. Kemenangan tipis 1-0 atas Burnley melalui gol Erling Haaland di menit kelima memastikan City meraih 70 poin dan menyamai raihan Arsenal sekaligus mengambil alih posisi puncak klasemen Liga Inggris.
Hasil ini sekaligus memastikan Burnley terdegradasi ke divisi Championship musim depan. Kekalahan tersebut menyusul nasib buruk Wolverhampton Wanderers yang lebih dulu dipastikan turun kasta dari kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyatakan ketenangannya menghadapi tekanan persaingan gelar juara yang semakin memanas di pekan-pekan terakhir musim ini. Menurut laporan sport.detik.com, Guardiola merasa antusias dengan kompetisi ketat melawan skuad asuhan Mikel Arteta tersebut.
"Kami sudah pernah melakukannya sebelumnya. Kuncinya adalah tampil kompetitif di bulan terakhir. Ketika itu terjadi, maka itu adalah musim yang bagus, saya pun merasa lebih tenang," ujar Guardiola, Manajer Manchester City.
Pelatih asal Spanyol tersebut menambahkan bahwa persaingan sengit ini merupakan bentuk promosi yang sangat baik bagi citra Premier League ke seluruh dunia. Ia melihat antusiasme besar dari para penggemar yang memberikan energi tambahan bagi para pemain di lapangan.
"Kami harus melakukan itu untuk menikmati pekerjaan kami. (Persaingan) ini adalah iklan yang bagus untuk Premier League, bagi kami, dan juga bagi Arsenal. Para penggemar sangat menikmatinya dan kami merasakan energi itu; rasanya tidak bisa lebih baik lagi dari ini," pungkas Guardiola, Manajer Manchester City.
Di sisi lain, Arsenal justru sedang dalam tren negatif setelah menelan empat kekalahan dari enam pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Dilansir dari goal.com, The Gunners kehilangan pilar penting seperti Bukayo Saka, Jurrien Timber, dan Mikel Merino akibat cedera di saat krusial.
Penurunan performa Arsenal terlihat mencolok setelah mereka sempat unggul 10 poin atas City pada Maret lalu. Mantan bek sayap Arsenal, Nigel Winterburn, sempat mengungkapkan keyakinannya terhadap kedalaman skuad Meriam London musim ini sebelum penurunan performa terjadi.
"I tidak berpikir ada alasan dari Arteta dan klub. Jika kita melihatnya secara objektif selama tiga musim terakhir, kita memang belum cukup baik," kata Nigel Winterburn, Mantan pemain Arsenal.
Winterburn menilai bahwa tambahan pemain baru di bursa transfer seharusnya membuat Arsenal menjadi tim yang sangat sulit untuk dikalahkan. Namun, kekalahan dari Manchester City di final Piala Liga Inggris dan kompetisi domestik lainnya justru mulai meruntuhkan mentalitas juara tim London Utara tersebut.
"Tapi saya yakin ini adalah skuad terkuat yang pernah dimiliki Arsenal di Emirates - dalam hal kedalaman skuad. Pemain-pemain yang kami tambahkan ke skuad musim ini memberi saya keyakinan besar bahwa kami akan sangat, sangat sulit dikalahkan," lanjut Winterburn, Mantan pemain Arsenal.
Manchester City kini telah mencatatkan empat kemenangan beruntun di semua kompetisi, termasuk kemenangan atas Arsenal, Liverpool, dan Chelsea. Keberhasilan ini semakin mendekatkan klub milik Sheikh Mansour tersebut pada potensi meraih treble domestik di akhir musim 2026.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·