Marie&Louise Eta Cetak Sejarah Sebagai Pelatih Perempuan Pertama Bundesliga

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Marie-Louise Eta resmi mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai pelatih di kompetisi kasta tertinggi Jerman, Bundesliga. Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, momen bersejarah ini terjadi saat ia memimpin skuad Union Berlin dalam laga melawan Wolfsburg di Stadion Alten Forsterei pada Sabtu (18/4/2026).

Penunjukan Eta dilakukan oleh manajemen Die Eisernen untuk mengisi posisi pelatih interim hingga akhir musim 2025/2026. Ia menggantikan posisi Steffen Baumgart yang diberhentikan dari jabatan pelatih utama pada akhir pekan sebelumnya.

Sebelum dipromosikan ke skuad senior, perempuan kelahiran Dresden ini merupakan pelatih tim putra Union Berlin U-19. Meski mencatatkan rekor sejarah, laga debutnya berakhir dengan kekalahan 1-2 dari tim tamu Wolfsburg di hadapan pendukung sendiri.

Sepanjang karier profesionalnya, Eta tercatat sebagai mantan pesepak bola putri Jerman periode 2007-2018 yang pernah memperkuat FFC Turbine Potsdam, Hamburg SV, dan Werder Bremen. Saat masih bermain, ia sukses meraih tiga gelar Frauen Bundesliga dan satu trofi Liga Champions Wanita.

Setelah gantung sepatu pada 2018, ia merintis karier kepelatihan di tim junior Werder Bremen serta menjadi asisten pelatih Timnas Putri Jerman kelompok umur. Pada 2023, Eta meraih lisensi Pro dan mulai bergabung ke jajaran staf pelatih Union Berlin.

Kiprahnya di tim utama bukan pertama kalinya, karena ia pernah menjadi asisten pelatih perempuan pertama di Bundesliga pada 2023 dan Liga Champions pada 2024. Saat ini, Eta memikul tanggung jawab besar untuk menjaga posisi Union Berlin agar tetap bertahan di kasta tertinggi liga Jerman.

"Saya senang berada di sini sekarang dan saya melakukan yang terbaik untuk membantu tim bersama-sama dengan staf pelatih. Pada akhirnya saya tidak sendirian kok," kata Eta dalam laman resmi Bundesliga.

Ia menegaskan bahwa kerja sama tim menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan di sisa musim ini. Dukungan dari seluruh staf kepelatihan dianggapnya sebagai elemen penting dalam mengarungi kompetisi yang ketat.

"Kami dibantu banyak orang-orang baik sekarang dan kami akan menjalani langkah ini bersama0sama dan mendukung sama lain. Seperti yang saya bilang, tim ini masih punya harapan," ujarnya.

Kehadiran Eta menjadikannya perempuan kedua di sepak bola Jerman yang melatih tim utama putra setelah Sabrina Wittmann di FC Ingolstadt 04. Manajemen Union Berlin menugaskan Eta untuk membawa perubahan positif bagi klub hingga akhir musim ini.