PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan kesiapan menjalankan mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang targetnya mulai diimplementasikan di seluruh sektor pada 1 Juli 2026.
Vice President of Sustainability KAI, Tria Mutiari Meilan, mengatakan saat ini armada yang dimiliki perusahaan paling banyak menggunakan solar atau diesel. Namun, perusahaan mencoba menurunkan emisi karbon dengan implementasi biodiesel.
Pada tahun 2017, KAI menggunakan energi fosil 100 persen untuk bahan bakar. Kemudian pada 2018-2019, perusahaan mulai mengimplementasikan B20. Mandatori biodiesel naik kembali menjadi B30 pada 2020-2022, B35 pada 2023-2024, dan B40 mulai tahun 2025 hingga saat ini.
"B40 ini sudah dilakukan sejak tahun 2025 dan berhasil menurunkan menjadi 362.783 ton CO2 di tahun 2025. Nah ke depannya ini kami akan terus sesuai dengan target dari Kementerian ESDM, kita akan melaju ke B50," kata Tria saat Media Briefing, Kamis (11/6).
Biodiesel, kata Tria, merupakan substitusi atau pengganti bahan bakar yang tinggi emisi karbon. KAI tengah melaksanakan uji coba penggunaan B50 yang rencananya mulai diberlakukan awal bulan depan.
"Memang yang langsung melakukan uji coba ini dari tim Sarana ya kalau KAI. Tapi berdasarkan informasi yang kami terima, itu sudah dilakukan memang uji coba dan sejauh ini tidak ada kendala," ungkap Tria.
Tria pun memastikan B50 sudah siap diterapkan di sektor perkeretaapian. "Pak Dirut (KAI) juga sempat sampaikan di kegiatan kuliah, yang saya tangkap sih dari PT KAI sudah siap sih untuk B50," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan progres uji coba program biodiesel 50 persen (B50) sudah hampir 90 persen selesai dan siap diimplementasikan 1 Juli 2026.
Bahlil akan menghadiri rapat bersama tim uji coba B50 pada pekan depan. Sejauh ini, dia menyebutkan hasilnya memperlihatkan kadar air yang lebih rendah dari campuran 40 persen alias B40.
"Sekarang, kan, kita uji coba terus semuanya, 80-90 persen dari hasil uji coba alhamdulillah baik, bahkan kadar airnya dibandingkan B40 itu lebih baik B50," ungkapnya saat ditemui di kompleks parlemen Senayan, Senin (8/6).
Program mandatori campuran minyak kelapa sawit (CPO) dengan solar atau biodiesel 40 persen dilaksanakan sejak tahun 2025 hingga paruh pertama 2026, sementara B50 akan dimulai paruh kedua tahun ini.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·