Masyarakat Diminta Jadi Pasien Kritis di Tengah Kenaikan Inflasi Medis

Sedang Trending 2 jam yang lalu

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Prudential Indonesia menilai masyarakat perlu menjadi pasien yang lebih kritis dan aktif dalam mengambil keputusan terkait layanan kesehatan di tengah kenaikan inflasi medis yang terus terjadi.

Prudential menyebut biaya perawatan sejumlah penyakit mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satunya biaya perawatan tifus yang pada 2023 berkisar Rp 9 juta dan naik menjadi Rp 16 juta pada 2024.

Kenaikan tersebut disebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari gaya hidup yang kurang sehat sehingga meningkatkan jumlah orang berobat, adopsi teknologi medis berbiaya tinggi, hingga praktik overutilisasi atau penggunaan pemeriksaan dan tindakan medis yang tidak selalu diperlukan secara klinis.

“Ketika kenaikan biaya terjadi secara konsisten seperti ini setiap tahun, pertanyaan yang muncul adalah: apakah layanan tersebut akan tetap terjangkau bagi semua orang di masa depan?” tulis Prudential dalam keterangan tertulis, Jumat (14/5/2026).

Prudential menyebut pengendalian inflasi medis tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem kesehatan, mulai dari penyedia layanan kesehatan, industri asuransi, pemerintah, hingga pemasok alat kesehatan dan obat memiliki peran penting.

Di tengah tekanan biaya kesehatan yang terus meningkat, pasien dinilai memiliki ruang untuk mengambil peran lebih aktif.

“Menjadi pasien yang kritis adalah bentuk kolaborasi yang lebih sehat antara pasien dan tenaga medis,” ungkap Prudential.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization disebut mendorong pendekatan layanan kesehatan yang melibatkan pasien secara aktif dalam pengambilan keputusan karena keputusan yang dipahami bersama dinilai menghasilkan hasil yang lebih baik dan aman.

Dalam praktiknya, pasien dinilai perlu membiasakan diri untuk bertanya mengenai tindakan medis yang diterima, termasuk terkait manfaat, risiko, durasi pengobatan, hingga alternatif tindakan lain.

“Salah satu cara paling sederhana adalah membiasakan diri untuk bertanya: ‘Apakah ini benar-benar perlu?’ Pertanyaan ini bisa membuka diskusi yang lebih dalam tentang manfaat, risiko, durasi, hingga alternatif dari suatu pengobatan atau tindakan,” demikian bunyi informasi tersebut.

Sikap kritis pasien dinilai bisa tekan biaya klaim asuransi

Prudential menilai sikap kritis pasien dapat membantu memastikan tindakan medis yang dijalani sesuai kebutuhan.

Selain berdampak pada kualitas perawatan, langkah tersebut juga dinilai berpengaruh terhadap biaya kesehatan dan klaim asuransi.

Tak semua keluhan membutuhkan tindakan lanjutan yang kompleks atau berulang. Sebagai contoh, pasien yang direkomendasikan menjalani fisioterapi berkali-kali dapat mendiskusikan kembali frekuensi terapi sesuai kebutuhan medisnya.

“Dengan bertanya seperti, ‘Apakah ini perlu dilakukan sesering ini?’ atau ‘Apakah ada alternatif lain dengan hasil yang sama?’, pasien dapat memperoleh pemahaman yang lebih utuh,” jelas Prudential.

Pasien juga dinilai perlu memahami pengobatan yang diterima untuk menghindari risiko kesehatan yang tidak diperlukan. Contohnya ketika pasien menerima dua obat berbeda dengan kandungan serupa.

“Dengan bertanya dan mengonfirmasi, risiko efek samping atau risiko kesehatan lainnya dapat dihindari,” ungkap perseroan.

Selain itu, pemahaman pasien terhadap kondisi kesehatan dan rencana perawatan disebut dapat membantu pasien merasa lebih tenang dan percaya diri dalam menjalani pengobatan.

Penting memahami polis asuransi

Di sisi lain, Prudential juga menyoroti pentingnya masyarakat memahami produk asuransi kesehatan yang dimiliki, terutama terkait manfaat, pengecualian polis, hingga prosedur klaim.

Menurut Prudential, perlindungan asuransi dapat menjadi penopang penting dalam kondisi yang membutuhkan biaya besar seperti rawat inap atau perawatan lanjutan.

Pemahaman terhadap syarat dan ketentuan polis, termasuk hal-hal yang dikecualikan, dapat membantu proses klaim berjalan lebih lancar dan manfaat yang diterima nasabah menjadi optimal.

Lebih lanjut, Prudential menilai sikap kritis pasien juga berdampak terhadap keberlanjutan sistem kesehatan secara lebih luas.

“Hal ini karena tengah tren kenaikan biaya medis, langkah sederhana mencegah overutilisasi ini dapat membantu menekan potensi peningkatan biaya klaim asuransi dan menjaga manfaat perlindungan yang diterima tetap optimal dan mendukung setiap tahap kehidupan nasabah dalam jangka panjang,” tutur perseroan.