Max Tonetto Mantan Bintang AS Roma Alih Profesi Jadi Sopir Uber

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Mantan pemain bertahan AS Roma di era 2000-an, Max Tonetto, beralih profesi menjadi pengemudi Uber di Italia. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bagian dari strateginya dalam membangun bisnis penyewaan mobil.

Dilansir dari Detik Sport, sosok yang kini berusia 51 tahun tersebut mendadak viral setelah profil Uber miliknya tersebar luas di media sosial. Data menunjukkan Tonetto telah menyelesaikan hampir 200 perjalanan hanya dalam kurun waktu empat bulan.

Kinerja Tonetto sebagai pengemudi profesional juga tergolong luar biasa dengan perolehan peringkat bintang mencapai 4,94. Angka tersebut menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan yang sangat tinggi terhadap layanan yang ia berikan selama di perjalanan.

Sebelum terjun ke dunia transportasi, Max Tonetto merupakan salah satu nama besar di kompetisi kasta tertinggi Italia, Serie A. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai bek sayap kiri yang tangguh dan memiliki mobilitas tinggi di lapangan.

Sejumlah klub ternama pernah menggunakan jasanya, mulai dari Reggiana, Lecce, Empoli, hingga Sampdoria. Puncak kesuksesannya diraih saat berseragam AS Roma, di mana ia berhasil mempersembahkan dua gelar Coppa Italia dan satu trofi Piala Super Italia.

Tonetto memutuskan untuk menggantung sepatu pada tahun 2010. Setelah pensiun dari dunia sepak bola profesional, pria kelahiran Italia ini mulai menjauh dari hiruk-pikuk lapangan dan mencoba peruntungan di berbagai lini bisnis.

Strategi Bisnis dan Pengalaman Lapangan

Keterlibatan Tonetto sebagai sopir Uber ternyata merupakan langkah riset pasar yang serius untuk usahanya. Ia ingin memahami seluk-beluk industri transportasi dari sudut pandang pelaku di lapangan sebelum meresmikan perusahaannya sendiri.

"Saya berencana untuk mendirikan perusahaan yang menyediakan layanan pengemudi," kata Tonetto.

Ia menegaskan bahwa pengalaman langsung sangat dibutuhkan agar ia bisa mengelola bisnis tersebut dengan matang. Tonetto merasa perlu mempelajari pola operasional dan keinginan pelanggan secara mendalam.

"Saya perlu mendapatkan pengalaman tertentu sebagai pengemudi. Saya juga perlu belajar dari dalam bagaimana bisnis seperti ini berjalan," ungkapnya.

Meski statusnya adalah mantan bintang sepak bola, Tonetto tampak sangat menikmati rutinitas barunya tersebut. Ia tidak merasa canggung saat melayani penumpang dan justru menjadikannya sebagai sarana pengembangan diri.

"Saya pergi bekerja setiap hari, mengumpulkan pengalaman, dan membangun karier baru saya selangkah demi selangkah," tutur Tonetto.