Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar meresmikan pembangunan gedung baru Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang ditandai dengan proses peletakan batu pertama pembangunan gedung.
Nasaruddin Umar menegaskan Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta memiliki sejarah panjang sebagai episentrum studi Islam di Indonesia. Ia menyinggung kontribusi tokoh-tokoh besar, seperti Prof Harun Nasution dan Prof Quraish Shihab yang lahir dari rahim fakultas tersebut.
“Fakultas Ushuluddin harus kembali menjadi rujukan. Kita tidak hanya menjadi konsumen keilmuan, tetapi harus jadi produsen dalam pengembangan ontologi dan epistemologi keislaman,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Baca juga: UIN Jakarta klaim lulusannya berkompeten di dunia kerja
Gedung baru Fakultas Ushuluddin akan diberi nama Gedung Prof Dr K.H. Nasaruddin Umar, M.A. sebagai bentuk penghormatan terhadap Menteri Agama RI atas kiprah keilmuan dan sosial keislamannya, baik sebagai Menteri Agama RI maupun salah satu akademisi pengajar Fakultas Ushuluddin.
Selain itu, penamaan itu juga menjadi simbol penguatan kembali posisi Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta sebagai pusat kajian keislaman unggulan di Indonesia dan dunia.
Menag menyoroti pentingnya menghadirkan distingsi keilmuan khas Indonesia serta mendorong transformasi fasilitas akademik berbasis teknologi.
Menurutnya, gedung baru fakultas harus dilengkapi e-library, ruang diskusi ilmiah, serta sarana yang mampu membangun ekosistem akademik yang produktif.
“Perpustakaan tidak lagi sekadar ruang buku, tetapi pusat akses pengetahuan digital. Dosen dan peneliti harus didorong aktif mempresentasikan karya dan risetnya,” ujarnya.
Pembangunan gedung ini, kata dia, merupakan jawaban atas keterbatasan ruang dan fasilitas yang selama ini dihadapi Fakultas Ushuluddin. Ia berharap anggaran pembiayaan pembangunan bisa mencukupi kebutuhan pembiayaan.
Sementara itu, Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar menegaskan pembangunan gedung fakultas ini sejalan dengan capaian global kampus yang kini menempati peringkat ke-29 dunia bidang studi agama-agama versi QS World University Rankings by Subject 2026.
"Ini momentum untuk memperkuat integrasi keilmuan dan meningkatkan kualitas program studi. Kami juga tengah mempersiapkan transformasi menuju PTKN-BH,” ujarnya.
Baca juga: UIN Jakarta peringkat 29 kampus terbaik dunia bidang studi agama
Baca juga: Kukuhkan tujuh profesor baru, UIN Jakarta kini miliki 151 Guru besar
Data resmi panitia pembangunan menyebut, gedung akan dibangun di Kampus II UIN Jakarta dengan luas lahan sekitar 2.889,7 m² dan total luas bangunan mencapai 4.554 m² yang terdiri atas tujuh lantai. Proyek ini telah memenuhi aspek legalitas dan didukung infrastruktur dasar yang memadai.
Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta Ismatu Ropi berharap pembangunan gedung ini menjadi titik balik penguatan tradisi keilmuan Islam yang unggul, sekaligus mempertegas posisi UIN Jakarta di tingkat global.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·