Mendikdasmen: Denpasar Education Festival ajar anak peduli lingkungan

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Denpasar (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan penyelenggaraan Denpasar Education Festival 2026 yang mengusung tema “EduGreen dari Sekolah Sehat Wujudkan Denpasar Bersih” sejalan dengan upaya pemerintah mengajarkan anak peduli lingkungan.

Dalam sambutannya di Denpasar, Bali, Kamis, Abdul Mu’ti mengaku bahagia kembali menghadiri kegiatan tersebut setelah sebelumnya juga hadir pada pelaksanaan tahun lalu.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Denpasar atas konsistensinya menggelar festival pendidikan yang dinilai mampu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan lingkungan.

“Saya merasa sangat berbahagia dan menyampaikan apresiasi kepada Bapak Wali Kota, Bapak Wakil Wali Kota dan seluruh jajaran atas penyelenggaraan Denpasar Education Festival tahun 2026,” katanya.

Menurut dia, tema EduGreen yang diangkat dalam festival tersebut sangat relevan dengan arah kebijakan pemerintah pusat, khususnya program Presiden Prabowo Subianto terkait gerakan budaya hidup aman, sehat, resik dan indah.

Baca juga: Mendikdasmen puji Sekolah di Bali olah sampah jadi produk bermanfaat

Ia menjelaskan kebijakan tersebut juga sejalan dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang pembangunan budaya dan gerakan sekolah aman dan nyaman.

Abdul Mu’ti menilai isu perubahan iklim dan pemanasan global menjadi tantangan besar dunia yang berdampak langsung terhadap kerusakan lingkungan serta keberlangsungan hidup manusia.

Menurut dia, Indonesia sebagai negara yang sebagian besar masyarakatnya masih bergantung pada sektor pertanian akan sangat terdampak oleh perubahan iklim.

Selain berdampak terhadap lingkungan dan pertanian, kata dia, perubahan iklim juga memengaruhi kesehatan masyarakat akibat meningkatnya suhu global dan berbagai dampak turunannya.

Karena itu, ia mendukung penuh penguatan pendidikan berbasis lingkungan sejak di lingkungan sekolah.

Baca juga: Pemerintah targetkan revitalisasi 71.744 sekolah pada tahun ini

Ia menegaskan hubungan antara manusia, alam, Tuhan dan kehidupan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Menurut Abdul Mu’ti, pandangan tersebut juga sejalan dengan ajaran Hindu yang memandang alam bukan sekadar objek, melainkan bagian penting dalam menjaga kelestarian dan kebahagiaan hidup manusia.

Ia juga menekankan pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi harus mampu membentuk kecerdasan emosional, spiritual dan ekologis peserta didik.

“Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana kita membangun generasi Indonesia yang memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan ekologis,” katanya.

Ia menambahkan berbagai kajian menunjukkan keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual dalam menjalani kehidupan sosial maupun menghadapi tantangan global.

Baca juga: Mendikdasmen tekankan kecerdasan ekologis dan budaya sekolah aman

Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.