Kupang, NTT (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyerap aspirasi secara langsung mengenai arah kebijakan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia mengatakan pihaknya senantiasa membutuhkan dukungan dan aspirasi dari pemerintah daerah maupun perwakilan dapil terkait arah kebijakan pendidikan di wilayah 3T.
“Kami memang baru meletakkan fondasi berbagai kebijakan untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, karena itu berkaitan dengan mereka yang tinggal di daerah 3T, kami terus membutuhkan dukungan dan aspirasi dari bapak ibu,” kata Mendikdasmen Mu'ti di Kota Kupang, Provinsi NTT pada Selasa.
Pada kesempatan itu, anggota Komisi X DPR RI dapil NTT II Anita Jacoba Gah menyampaikan sejumlah usulan bagi Kemendikdasmen maupun pemerintah daerah untuk menguatkan implementasi kebijakan pendidikan, khususnya di Provinsi NTT sebagai salah satu wilayah 3T.
Baca juga: Pemprov NTT usulkan 674 sekolah direvitalisasi ke Kemendikdasmen
Ia mengatakan pemajuan pendidikan di Provinsi NTT jelas memerlukan sinergi dan orkestrasi kebijakan yang kuat antarpemangku kepentingan.
Melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, ia mengatakan Komisi X DPR RI berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan pendidikan yang berpihak pada daerah dengan tantangan geografis dan sosial yang kompleks, seperti NTT.
Pada kesempatan itu ia mengusulkan penguatan pendataan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan berdasarkan data riil yang terus diperbaharui guna memastikan rekrutmen, distribusi, hingga penempatan SDM yang tepat sasaran.
Selain itu, Anita juga mengusulkan penguatan program afirmasi yang memberikan insentif bagi bagi para guru dan tenaga kependidikan yang mengabdi di wilayah 3T.
"Saya mengusulkan untuk penataan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan agar dilakukan berbasis data riil, guna memastikan rekrutmen, distribusi, dan penempatan yang tepat sasaran. Serta program afirmasi khusus bagi daerah terpencil dengan memberi insentif yang layak kepada tenaga pendidik serta pelatihan berjenjang untuk pengembangan potensi mereka," ujar Anita.
Baca juga: Kemendikdasmen siapkan skema baru pastikan masa depan guru non-ASN
Baca juga: Mendikdasmen paparkan sejumlah langkah tekan angka anak putus sekolah
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·