Makassar (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengapresiasi kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Universitas Hasanuddin (Unhas) yang mengintegrasikan riset dan kebijakan gizi.
Brian Yulianto di Makassar, Selasa, mengatakan langkah Unhas menghadirkan SPPG menunjukkan pergeseran penting dalam peran kampus, dari pusat produksi ilmu menjadi aktor implementasi kebijakan publik.
Baca juga: Mendiktisaintek dan Kepala BGN resmikan Dapur MBG Unhas
Ia menekankan kehadiran fasilitas tersebut mencerminkan kesiapan perguruan tinggi untuk terlibat dalam agenda pembangunan manusia secara nyata.
Menurutnya, fondasi utama pembangunan sumber daya manusia terletak pada aspek gizi. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kemampuan belajar dan produktivitas di masa mendatang.
Dalam konteks itu, ia mengingatkan bahwa pembicaraan tentang inovasi dan daya saing global tidak boleh mengabaikan hal paling mendasar.
“Kita sering berbicara tentang teknologi dan kompetisi global, tetapi lupa bahwa fondasinya dimulai dari apa yang dikonsumsi anak-anak kita setiap hari,” ucap Menteri Brian.
Baca juga: Unhas siapkan dapur dukung penuh program MBG
Baca juga: Dapur MBG Unhas perkuat integrasi riset dan layanan gizi
Lebih lanjut, Mendiktisaintek menyampaikan bahwa dengan dukungan riset, tenaga ahli, serta jejaring pengabdian masyarakat, perguruan tinggi memiliki posisi penting untuk memastikan program berjalan optimal.
Kehadiran SPPG, termasuk yang dikembangkan Unhas, menjadi contoh konkret yang tidak hanya dapat direplikasi, tetapi juga dikembangkan sebagai basis penelitian untuk penyempurnaan kebijakan ke depan.
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·