Liputan6.com, Jakarta - Industri musik Tanah Air diwarnai sejumlah bakat muda. Salah satunya, Stevaldo Yosua Pangalasen alias Aldo Pangalasen. Mussi kelahiran Januari 2002 dari Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara ini, jadi sorotan setelah karya musiknya meledak secara organik di berbagai platform medsos. Keberhasilan Aldo Pangalasen hasil dari ketekunan mengolah kreativitas di tengah keterbatasan fasilitas sebagai anak rantau. Mahasiswa program studi Manajemen Universitas Sam Ratulangi Manado ini meramu musik yang relevan dengan selera Gen Z secara independen. Ide kreatif Aldo Pangalasen berasal dari kamar indekos.
“Proses awalnya sangat menantang. Sebagai mahasiswa perantau yang tinggal di kamar kos di Manado, saya memproduksi lagu hanya bermodal komputer rakitan seadanya dan software di sela waktu menyusun skripsi,” kata Aldo Pangalasen dalam wawancara tertulis dengan Showbiz Liputan6.com, pada Jumat, 8 Mei 2026. Tantangan makin berat mengingat latar belakangnya berasal dari perbatasan kepulauan. Akses informasi dan teknologi tak semudah di kota besar di Jawa. Namun, menyerah bukan pilihan. Aldo Pangalasen terus mencari cara.
“Banyak malam yang saya habiskan untuk begadang, membagi otak antara revisi tugas akhir kampus dan mixing serta mastering lagu. Ditambah lagi, berasal dari daerah perbatasan kepulauan membuat akses dan fasilitas tidak selengkap musisi di ibu kota,” beri tahunya.
Rahasia lain, membaca tren musik masa kini dengan memadukan unsur lokal dan modernitas lewat genre Indo Bounce dan Disco Tanah. Aldo Pangalasen juga memberikan sentuhan beat velocity modern yang disukai algoritma TikTok dan platform video pendek lainnya.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·