Jakarta (ANTARA) - Para menteri luar negeri Asia Tenggara menegaskan kembali peran ASEAN sebagai komunitas yang bersatu, tangguh, dan berwawasan ke depan di tengah ketidakpastian global, khususnya saat menghadapi konflik Timur Tengah beserta dampaknya.
"Di tengah perkembangan yang mendesak saat ini, ASEAN tetap tidak teralihkan dari prioritasnya yang luas dan berjangka panjang,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Filipina Maria Theresa P Lazaro saat membuka Pertemuan Menlu ASEAN (AMM) di Cebu, Filipina, Kamis.
Menurut keterangan tertulis ASEAN 2026 dipantau ANTARA di Jakarta, Menlu Lazaro menyerukan para Menlu ASEAN agar berkomitmen pada kesepakatan yang dicapai serta menjaga momentum agenda bersama di tingkat kawasan.
Dalam kesempatan yang sama, para menlu membahas kemajuan terkini dalam agenda pembangunan jangka panjang bagi Komunitas ASEAN serta isu-isu bersama di tingkat kawasan.
Baca juga: ASEAN diminta tetap gesit dan bersatu hadapi tantangan global
Sebagai duta khusus keketuaan ASEAN tahun ini, Menlu Lazaro menyampaikan laporannya terkait perkembangan terkini di Myanmar. Taklimatnya itu menjelaskan dinamika situasi politik dan kemanusiaan di Myanmar serta perkembangan implementasi Konsensus Lima Poin (5PC) ASEAN, sebagaimana diamanatkan para pemimpin ASEAN pada 2025.
Lebih lanjut, para menlu membahas persiapan peringatan 50 tahun Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC) yang jatuh pada Juli 2026.
Pertemuan itu juga membahas upaya menguatkan integrasi Timor Leste ke ASEAN usai resmi menjadi anggota penuh organisasi regional itu.
Baca juga: RI dorong percepatan traktat persahabatan ASEAN
Pertemuan tingkat menlu ASEAN pada Kamis tersebut merupakan persiapan kunci menjelang KTT ke-48 ASEAN pada Jumat (8/5) yang diselenggarakan dengan tema “Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama”.
Penyelenggaraan AMM kali ini menekankan pentingnya penguatan ambisi, kapasitas, dan komitmen ASEAN dalam mewujudkan rencana jangka panjang Visi Komunitas ASEAN 2045.
Sebagai pemimpin ASEAN 2026, Filipina akan mendorong pembahasan terkait ketahanan energi di tengah krisis pasokan minyak global akibat konflik di Timur Tengah dalam KTT tersebut.
Adapun sebelum penyelenggaraan KTT ASEAN, serangkaian pertemuan tingkat menteri digelar terlebih dahulu pada Kamis, antara lain AMM serta Pertemuan ke-31 Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC).
Baca juga: ASEAN dukung UMKM lokal tembus pasar global
Baca juga: Filipina: ASEAN terus perkuat koordinasi hadapi ketidakpastian
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·