Menperin sambut seruan Presiden untuk pacu industrialisasi nasional

Sedang Trending 10 jam yang lalu
Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi harus menjadi negara produsen yang memiliki kemampuan manufaktur kuat dan berdaya saing global

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut positif pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR yang menegaskan pentingnya percepatan industrialisasi agar Indonesia mampu memproduksi sendiri berbagai kebutuhan strategis, mulai dari kendaraan bermotor hingga produk elektronik.

Menperin Agus di Jakarta, Rabu menyampaikan arahan Presiden tersebut sejalan dengan agenda Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang diinisiasi oleh Kemenperin untuk memperkuat struktur industri manufaktur nasional, meningkatkan nilai tambah, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

“Pidato Bapak Presiden menjadi penegasan bahwa industrialisasi adalah jalan utama untuk menuju kemandirian ekonomi nasional. Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi harus menjadi negara produsen yang memiliki kemampuan manufaktur kuat dan berdaya saing global,” kata Menperin.

Menperin menambahkan, pengembangan industrialisasi nasional perlu diarahkan pada industri berbasis sumber daya alam yang mampu menghasilkan produk-produk turunan bernilai tambah tinggi.

Menurutnya, kekuatan sumber daya alam Indonesia harus menjadi fondasi untuk memperkuat mata rantai industri nasional dari hulu hingga hilir.

“Bagus sekali arahan dari Bapak Presiden, karena memang itu yang menjadi harapan kita. Jadi, sekarang industrialisasinya harus kita kembangkan yang berbasis sumber daya alam karena kekuatan sumber daya alam kita itu bisa menghasilkan produk-produk turunan yang nanti pada gilirannya akan memperkuat mata rantai dari industri nasional itu sendiri,” ujar Agus lagi.

Menperin menjelaskan, ketika Presiden menyampaikan bahwa Indonesia ke depan mampu untuk memproduksi mobil nasional sendiri. Hal tersebut menjadi sangat relevan dengan agenda industrialisasi nasional yang sedang diperkuat pemerintah.

“Kalau kita bicara soal baterai misalnya, itu juga harusnya bisa menjadi keunggulan bagi Indonesia, karena kita menjadi produsen nikel terbesar di dunia dan juga komponen-komponen otomotif lainnya yang merupakan hasil dari downstreaming dari produk-produk di hulunya,” tuturnya.

Menurut Agus, pernyataan Presiden tersebut akan semakin memperkuat optimisme dan semangat pelaku industri nasional untuk bergerak cepat menjawab tantangan global sekaligus memperkuat daya saing industri dalam negeri.

“Jadi saya kira bagus sekali apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden, dan itu akan menambah kekuatan dari semangat dari para industri-industri yang ada di Indonesia untuk bergerak cepat, untuk bisa menjawab challenge yang telah disampaikan kepada pemerintah maupun para pelaku industri,” imbuhnya.

Lebih lanjut, menurut Menperin, penguatan industrialisasi nasional perlu terus dipacu melalui kebijakan yang pro-industri, termasuk peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), penguatan TKDN, hilirisasi industri, pengembangan SDM industri, serta dukungan pembiayaan dan investasi bagi sektor manufaktur.

“Kami mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo yang menempatkan industrialisasi sebagai prioritas pembangunan nasional. Dukungan terhadap industri manufaktur akan memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja yang lebih besar,” ujarnya.

Menperin juga menilai, arahan Presiden agar Indonesia mampu memproduksi kendaraan dan produk teknologi sendiri merupakan momentum penting untuk mempercepat penguasaan teknologi dan pengembangan ekosistem industri nasional, termasuk industri otomotif, elektronika, serta industri berbasis inovasi dan riset.

Saat ini, Indonesia telah memiliki kapasitas industri otomotif yang kuat dan menjadi basis produksi kendaraan di kawasan ASEAN. Berbagai produk otomotif buatan Indonesia juga telah menembus pasar ekspor global. Selain itu, industri elektronika nasional terus berkembang melalui peningkatan investasi dan penguatan rantai pasok domestik.

“Kita memiliki pasar domestik besar, sumber daya manusia yang kompetitif, dan potensi investasi yang kuat. Ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi Indonesia menjadi negara industri maju,” tegas Menperin.

Kemenperin optimistis, dengan sinergi antara pemerintah, industri, lembaga pembiayaan, akademisi, dan masyarakat, target industrialisasi nasional sebagaimana disampaikan Presiden dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Adapun Presiden Prabowo dalam pidatonya soal Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Rabu menegaskan pentingnya percepatan industrialisasi nasional agar Indonesia dapat memproduksi sendiri motor, mobil, hingga televisi.

Baca juga: Menperin yakin tata kelola ekspor pacu penerimaan negara

Baca juga: Airlangga: DEFA ASEAN naikkan nilai ekonomi digital RI jadi Rp10.645 T

Baca juga: OJK terbitkan dua aturan baru perkuat industri pasar modal RI

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.