MENTERI Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan ia baru mengetahui ada pengadaan kaus kaki ganda atau double untuk kebutuhan murid sekolah rakyat. Dalam konferensi pers pada Selasa, 5 Mei 2026, di kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Gus Ipul sempat menyampaikan pengadaan kaus kaki sekolah rakyat sudah termasuk dalam pengadaan sepatu.
Pernyataan itu tak sesuai dengan data pengadaan resmi pemerintah di INAPROC bahwa ada pengadaan kaus kaki secara terpisah. Tempo menelusuri pada tahun 2025, setidaknya ada enam paket pengadaan kaus kaki di Kementerian Sosial.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Enam paket kaus kaki dengan status ‘completed’ atau berhasil diterima itu memiliki harga yang beragam. Berikut rinciannya:
Untuk paket kaus kaki yang dibeli dari perusahaan penyedia Erlia Cemerlang Jaya ada tiga jenis paket:
1. Paket kaus kaki: Rp 485.685.867.
2. Paket pengadaan kaus kaki siswa: Rp 1.017.521.046
3. Paket kaus kaki: Rp 1.050.770.611
Paket kaus kaki yang dibeli dari perusahaan Inkabiz Indonesia
1. Paket kaus kaki: Rp 94.089.758.
Paket kaus kaki yang dibeli dari penyedia Semar Slamet Abadi
1. Paket kaus kaki: Rp 10.618.815
Paket kaus kaki yang dibeli dari penyedia Saga Karya Indonesia
1. Paket kaus kaki: Rp 27.899.573
Paket kaus kaki yang dibeli dari perusahaan Bekerja Mandiri
1. Paket kaus kaki: Rp 31.000.000
Saat dikonfirmasi secara terpisah, Gus Ipul mengakui baru mengetahui bahwa kementeriannya ternyata melakukan pengadaan kaus kaki secara terpisah. Dia mengatakan pengadaan kaus kaki terpisah itu dilakukan oleh biro pengadaan umum.
“Ini diadakan oleh biro umum, diberikan kepada siswa sekolah rakyat. ini berbeda dengan yang tadi sepatu include sama kaus kaki itu. Diadakannya oleh masing-masing,” kata Gus Ipul saat ditemui di kantornya, Selasa, 5 Mei 2026.
Namun, dia belum dapat menjelaskan secara rinci berapa jumlah kaus kaki yang diberikan secara terpisah untuk murid sekolah rakyat tersebut. Gus Ipul mengatakan, pihaknya segera mengecek data pasti ihwal pengadaan kaus kaki ini. “Kami tidak akan menutup-nutupi. Kami setuju ini harus didalami,” kata dia.
Sebelumnya, peneliti dari Transparency International Indonesia Agus Sarwono membantah pernyataan Kementerian Sosial yang menyebut pengadaan kaus kaki sudah termasuk dalam paket sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat. Ia menilai klaim tersebut tidak sesuai dengan data resmi pengadaan pemerintah.
“Pernyataan itu tidak benar dan menyesatkan publik, karena bertentangan langsung dengan data resmi pengadaan,” kata Agus saat dihubungi pada Selasa, 5 Mei 2026.
Pada tahun anggaran 2025, Kementerian Sosial tercatat merencanakan pengadaan kaus kaki dengan pagu Rp 2,72 miliar dan merealisasikannya sekitar Rp 2,71 miliar melalui tujuh paket e-purchasing. Pola serupa kembali muncul pada 2026 dengan nilai realisasi lebih dari Rp 2,4 miliar dari pagu awal Rp 6,8 miliar. “Data ini membantah narasi bahwa kaos kaki sudah termasuk dalam paket sepatu,” ujar dia.
Agus menilai perbedaan antara pernyataan pejabat dan data anggaran bukan sekadar kesalahan komunikasi, melainkan berpotensi membentuk opini publik yang keliru dan menutupi persoalan tata kelola belanja negara.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·