Mentan Kumpulkan Bupati Papua: Minta Tambah Lahan Sawah dan Traktor

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di kantornya, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumpulkan para gubernur, bupati, kepala dinas, petani, dan penyuluh dari berbagai wilayah di Papua untuk membahas percepatan pembangunan sektor pertanian.

Pertemuan ini diselenggarakan di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, dihadiri sekitar 200 peserta dan menjadi forum bagi daerah untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi langsung kepada pemerintah pusat.

Amran mengatakan pemerintah telah menginventarisasi berbagai usulan dari daerah, mulai dari pembangunan irigasi, bantuan alat mesin pertanian, hingga perluasan lahan pertanian.

"Tadi minta traktor, minta irigasi, minta cetak sawah, semua permintaan hari ini kami hampir 90% kami penuhi. Dan kalau progresnya bagus, 100% kami penuhi permintaannya nanti, termasuk kopi, pala, kakao, dan seterusnya,” kata Amran saat konferensi pers, Kamis (11/6).

Dia mengungkap pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk mendukung pembangunan pertanian di Papua. Pada 2025, anggaran yang dialokasikan mencapai lebih dari Rp 2 triliun dan meningkat menjadi Rp 3,2 triliun pada 2026.

"Anggaran yang kita berikan 2025 itu Rp 2 triliun lebih, 2026 Rp 3,2 triliun, totalnya Rp 5 triliun. Kita inginkan Papua, Kalimantan, Sumatera ini menjawab mandiri pangan dan mandiri energi ke depan,” ucapnya.

Pemerintah juga menargetkan penurunan disparitas harga pangan di Papua yang selama ini masih relatif tinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

"Jangan lagi ada harga beras di sana Rp 25.000-30.000. Merauke, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, ini semuanya kita minta apa aspirasinya, apa yang diinginkan,” jelas dia.

Dalam pertemuan itu, sejumlah daerah mengusulkan pengembangan berbagai komoditas strategis seperti padi, jagung, kopi, kakao, pala, sagu, ubi jalar, hingga singkong. Salah satu usulan datang dari petani di Boven Digoel, Papua Selatan, yang meminta tambahan cetak lahan sawah seluas 30 hektare (ha).

Amran menyebut program cetak sawah jadi salah satu fokus pemerintah di Papua. Hingga 2026, total lahan sawah baru yang ditargetkan mencapai 80 ribu hektare.

"Total sekarang 80 ribu 2025 dan 2026, 80 ribu hektare,” tutur Mentan Amran.

Dari 80 ribu ha, sekitar 30 ribu ha merupakan program yang dijalankan pada tahun lalu, sedangkan 50 ribu ha lainnya ditargetkan terealisasi sepanjang tahun ini. Sebagian lahan sudah mulai berproduksi dan sisanya masih dalam tahap pengerjaan.

Untuk mendukung produktivitas pertanian, pemerintah juga menerapkan mekanisasi secara penuh melalui penyediaan alat dan mesin pertanian modern.

"Nah harapan kita, dan ini aku sampaikan ini nanti full mekanisasi. Jadi bukan lagi kalau mencangkul, kami juga dari kampung dulu mencangkul tanam padi,” sebut Amran.

"Sekarang kita gunakan traktor, alat pertanian canggih. Traktornya ratusan totalnya, ya, ratusan,” lanjutnya.