Menteri LH intensifkan tanam mangrove jawab tantangan lingkungan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Denpasar (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat menyatakan akan mengintensifkan penanaman mangrove untuk menjawab tantangan lingkungan.

“Kami akan intensif melakukan penanaman mangrove ini di berbagai wilayah, sekarang di Bali,” ucapnya di Denpasar, Rabu.

Saat ini, kata Menteri LH, isu lingkungan berbeda dengan 20-50 tahun lalu, dimana gangguan akibat dampak lingkungan bisa dirasakan langsung.

Baca juga: Jumhur Hidayat janji selesaikan kasus pencemaran mangrove di Tol Bali

Bencana terjadi di mana-mana akibat ulah manusia, sehingga penanaman mangrove dijadikan solusi untuk memperbaiki keadaan alam.

“Ketidaksopanan kita kepada lingkungan itu sudah mulai menuai hasil, kita di Sumatera tiba-tiba ada banjir bandang dan itu 80 persen bencana hidrometeorologi, bencana karena kita memperlakukan alam,” ujarnya.

Dalam upaya mengintensifkan penanaman mangrove, Menteri Jumhur menjadikan Bali sebagai fokus lokasi, seperti hari ini ia bersama 1.000 orang TNI/Polri dan masyarakat pegiat lingkungan menanam 3.000 bibit mangrove di Mangrove Arboretum Park.

“Tanggal 28 Juli saya datang lagi ke sini bersama teman-teman dari serikat pekerja dan lain-lain untuk menanam mangrove, dan kami akan pusatkan dalam rangka Hari Mangrove Internasional itu di Bali. Saya akan datang lagi dengan suasana yang lebih besar lagi, mungkin kita ajak beberapa menteri untuk sama-sama menggelorakan kembali lingkungan dan mangrove,” kata Jumhur.

Menteri LH memilih Bali, karena melihat keberhasilan Pulau Dewata dalam mengelola lingkungan, bahkan di kota tak ada lagi sampah yang tidak tertangani.

Untuk Provinsi Bali, menurutnya, hanya perlu memastikan distribusi hasil pengolahan sampah, baik berupa bahan bakar maupun pupuk, sementara terkait penanaman mangrove sudah pada jalur yang tepat.

Dengan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, Menteri LH meyakini pariwisata Bali akan semakin maju, sebab saat ini masyarakat dunia simpatik terhadap daerah yang menghargai lingkungan.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan kepada Menteri Jumhur bahwa penanaman mangrove memang program prioritas Pemprov Bali dalam menghadapi iklim, sekaligus untuk memenuhi tutupan kawasan hutan sesuai aturan kementerian.

Baca juga: Pertamina investigasi mangrove mati di Benoa, Bali

Baca juga: Kompensasi emisi KKI, BI tanam 1.000 mangrove di Teluk Benoa Bali

“Yang kami harapkan agar alam ini semakin lestari dan membuat kehidupan kita menjadi lebih sehat. Oleh karena itu, kami secara periodik melaksanakan setiap bulan sekali penanaman pohon, termasuk mangrove di seluruh wilayah Bali dalam rangka memenuhi minimum 30 persen luasan kawasan hutan itu,” tuturnya.

Di lokasi penanaman mangrove kali ini, Gubernur Koster melaporkan bahwa dahulu terjadi kerusakan sekitar 18 hektare, namun sejak 2020 terus ditangani hingga kini tersisa 2 hektare yang belum ditanami.

Selain untuk menjaga lingkungan, menurut gubernur, aksi-aksi ini juga untuk kepentingan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.