Menteri LH: Membangun era keemasan tak boleh lupakan aspek lingkungan

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Era keemasan yang sejati harus juga menjadi era yang hijau

Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat menegaskan upaya bersama Indonesia dan China dalam membangun era keemasan bagi kedua bangsa tidak boleh melupakan aspek lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Ia menjelaskan era keemasan ekonomi yang sejati tak boleh dinilai hanya berdasarkan tingginya volume investasi dan pembangunan infrastruktur, tapi harus juga dilihat dari kemampuan menjaga lingkungan, keutuhan hutan, serta kualitas udara.

"Era keemasan yang sejati harus juga menjadi era yang hijau,” kata Menteri LH Jumhur Hidayat dalam Forum Bisnis Indonesia-China dan pembentukan Asosiasi Alumni Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) Indonesia di Jakarta, Selasa.

Ia menegaskan investasi di Indonesia tak lagi bisa mengesampingkan aspek kepatuhan lingkungan, mengingat rantai pasok global yang menuntut transparansi dan tata kelola sosial dan lingkungan yang baik.

Baca juga: KLH perkuat MRV regional dukung kredibilitas aksi iklim Indonesia

Investor di Indonesia juga diingatkan agar tidak sekadar memenuhi standar minimal dalam aspek perlindungan lingkungan. “Kami tak perlu perusahaan yang sekadar memenuhi standar minimal, kami perlu mereka yang aktif berkontribusi untuk lingkungan di Indonesia,” ujar Menteri LH Jumhur Hidayat.

Lebih lanjut ia mengatakan Indonesia terbuka terhadap investasi yang bersih, teknologi yang baru dan tidak usang, serta industri yang menghargai hukum nasional dan bangsa Indonesia.

Menteri LH lantas menekankan besarnya keuntungan yang dapat diraih Indonesia dan China apabila kedua negara dapat mengoptimalkan seluruh potensinya secara tepat.

“Jika kedua keunggulan kita disatukan secara tepat, kita dapat membangun sesuatu yang amat signifikan, tak hanya proyek ataupun transaksi, tetapi model pembangunan baru yang menciptakan nilai tambah bagi lingkungan,” kata Menteri LH Jumhur Hidayat.

Baca juga: KLH kumpulkan potensi teknologi transisi atasi isu sampah dan metana

Ia mengatakan Indonesia memiliki potensi lingkungan hijau yang amat besar, kemudian komitmen yang kuat dalam transformasi ekonomi hijau, dan pasar domestik yang mencakup 280 juta lebih populasi.

Sementara China memiliki keunggulan di sektor manufaktur serta inovasi ramah lingkungan, seperti teknologi terbarukan serta kendaraan elektrik.

Menteri Jumhur turut mengundang para mitra asing, khususnya para wirausahawan lulusan CKGSB yang bergerak di berbagai sektor industri, untuk berkontribusi aktif dalam lima agenda prioritas lingkungan saat berkarya di Indonesia.

Adapun kelima agenda tersebut adalah dekarbonisasi industri, ekonomi sirkular, pengelolaan air dan pengendalian polusi, restorasi ekosistem dan solusi berbasis lingkungan, serta transformasi digital dan tata kelola hijau.

Baca juga: Menteri LH ajak warga mulai aksi lokal jaga keanekaragaman hayati

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.