Jakarta (ANTARA) - Suasana khas Mongolia kini dapat dirasakan masyarakat Indonesia tanpa harus bepergian ke luar negeri.
Pengalaman mengenal budaya bangsa nomaden itu hadir di kawasan wisata Tanjung Lesung melalui Mongolian Culture Center yang dibangun sebagai ruang pertukaran budaya kedua negara.
“Saya berharap masyarakat bisa datang ke Tanjung Lesung, menikmati suasananya, dan merasakan langsung bagaimana uniknya kehidupan budaya Mongolia tanpa harus pergi jauh ke luar negeri,” kata Founder PT Jababeka Tbk sekaligus Utusan Budaya Mongolia di Indonesia, Setyono Djuandi Darmono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Migrasi nomadik Mongolia masuk ke dalam daftar warisan budaya takbenda
Setyono Djuandi menyampaikan bahwa Mongolia dikenal sebagai bangsa dengan tradisi nomaden yang kuat serta kemampuan berkuda dan memanah yang melegenda sejak era Genghis Khan pada abad ke-13.
Di bawah kepemimpinannya, bangsa Mongol membangun salah satu kekaisaran daratan terbesar dalam sejarah dunia.
Kini, nuansa budaya tersebut dihadirkan di Pandeglang, Banten, melalui kawasan seluas sekitar satu hektare yang dirancang menyerupai perkampungan Mongolia.
Baca juga: Kampus tertua di Mongolia tertarik membuka Rumah Budaya Indonesia
Mongolian Culture Center di kawasan wisata Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. (ANTARA/HO-Tanjung Lesung)Baca juga: Wisata kota kuno dan budaya imersif jadi tren baru industri rekreasi di China
Di kawasan itu, pengunjung dapat memasuki Ger, yakni tenda tradisional Mongolia berbentuk melingkar yang menjadi tempat tinggal masyarakat nomaden.
Interior tenda dihiasi ornamen etnik khas Mongolia dengan dominasi warna hangat dan ukiran tradisional.
Tak hanya melihat, pengunjung juga dapat mencoba mengenakan pakaian tradisional Mongolia, termasuk kostum panglima perang hingga busana kaisar dan ratu Mongol lengkap dengan singgasananya.
Baca juga: Fadli Zon: Kekayaan Indonesia bisa jadi potensi wisata berbasis budaya
Di area lain, tersedia arena memanah yang memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman seperti prajurit Mongol pada masa kejayaannya.
Diketahui, memanah merupakan salah satu kemampuan utama bangsa Mongol dalam ekspansi wilayah pada masa lampau.
Selain menghadirkan wisata budaya, kawasan Tanjung Lesung juga menawarkan aktivitas wisata laut dan darat, mulai dari olahraga air, ATV, hingga wisata udara menggunakan pesawat ringan untuk menikmati panorama Gunung Krakatau.
Akses menuju kawasan tersebut juga semakin mudah setelah beroperasinya Tol Serang–Panimbang Seksi I.
Perjalanan dari Jakarta kini ditempuh sekitar 2,5 hingga 3 jam, dan diperkirakan akan semakin singkat setelah pembangunan ruas lanjutan tol selesai pada akhir 2026.
Sementara itu, Duta Besar Mongolia untuk Indonesia D. Enkhtaivan mengatakan bahwa keberadaan pusat budaya tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kedua negara yang pada 2026 memasuki usia 70 tahun hubungan diplomatik.
“Tidak terasa, tahun 2026 menjadi peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Mongolia dan Republik Indonesia. Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin erat, tidak hanya dalam kolaborasi budaya, tetapi juga pariwisata dan berbagai bentuk kemitraan lainnya,” ujar D. Enkhtaivan.
Baca juga: Pengembangan potensi wisata budaya perlu kolaborasi antarpemerintah
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·