Merayakan Persib Juara di Ruang Galeri Seni

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PERAYAAN klub sepak bola Persib Bandung yang meraih tiga kail juara liga Super League pada 2024-2026 tidak hanya berlangsung di jalan raya. Grey Art Gallery di Jalan Braga ikut meramaikan kesuksesan tim Maung Bandung dengan menghelat pameran seni dan budaya bertajuk Cultura Persib sejak 8 Juni hingga 10 September 2026. Seluruh ruang galeri yang terdiri dari tiga lantai digunakan untuk memajang 95 karya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Linimasa tim Persib lewat tampilan foto dan teks dipasang sepanjang dinding lorong dari mulai pintu masuk. Sementara di ruang galeri utama pada lantai dasar, lantai atas, dan ruang bawah tanah dipenuhi aneka karya seni bertema Persib, berupa gambar, lukisan, patung, seni digital, instalasi. Selain itu disertakan pula sejumlah artefak mulai dari artikel di media massa seperti Majalah Tempo, dan kostum lawas.

“Kami melihat Persib sebagai salah satu fenomena budaya paling berpengaruh yang dimiliki Kota Bandung. Kehadirannya tidak hanya dirasakan di stadion, tetapi juga hidup dalam berbagai ruang sosial dan kreatif masyarakat,” kata pemilik Grey Art Gallery Elia Yoesman saat pembukaan pameran, Senin, 8 Juni 2026.

Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengatakan, Cultura Persib merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang yang telah dilalui klub bersama seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem Persib. Pameran Cultura Persib dihadirkan sebagai ruang untuk merayakan bersama perjalanan tim.

“Melalui pameran ini kami ingin mengajak publik melihat bahwa di balik setiap pertandingan dan trofi, terdapat sejarah, nilai, kreativitas, serta ikatan emosional yang telah membentuk hubungan kuat antara Persib, Kota Bandung, dan masyarakatnya,” ujarnya.

Menurutnya Persib selalu memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat. Selama puluhan tahun, klub ini tidak hanya menghadirkan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi bagian dari identitas, kebanggaan, dan kehidupan sosial masyarakat Bandung dan Jawa Barat.

“Momentum ini menjadi semakin bermakna karena berlangsung setelah musim yang bersejarah dan akan ditutup menjelang dimulainya Super League 2026/2027. Kami berharap Cultura PERSIB dapat menjadi jembatan antara pencapaian yang telah diraih dengan semangat baru untuk menghadapi perjalanan berikutnya," tuturnya.

Pengelola galeri secara khusus mengundang seniman untuk berpartisipasi, antara lain kelompok Actmove, Arkiv Vilmansa, Aryo Saloko, Isa Perkasa, Tennessee Caroline, dan Toni Antonius. Peserta lain berasal dari mekanisme undangan terbuka, juga kontribusi berbagai kalangan, serta kolaborasi seniman. Beragam karyanya dalam bentuk seni rupa, instalasi visual, mural, arsip sejarah, memorabilia, kostum bersejarah, hingga ruang-ruang tematik yang mengajak pengunjung menelusuri perjalanan Persib lintas generasi.

Aryo Saloko misalnya menggunakan bolpoin untuk menggambar wajah-wajah para pemain, pendukung, pelatih Persib, dalam 16 kepingan ingatan dengan corak gambar pixel berukuran 120 x 120 sentimeter. Sementara Fatih Jagad Raya mengangkat isu sepakbola yang dijadikan instrumen politik dan panggung bagi para politikus. Tujuannya menurut dia untuk mempertahankan atau meraih kekuasaan lewat manipulasi citra di hadapan publik. Pihak galeri menjadwalkan durasi pameran selama tiga bulan lebih untuk memberi kesempatan yang lebih luas kepada pendukung atau bobotoh Persib dan masyarakat umum merayakan Persib juara lewat karya seni.

ANWAR SISWADI