Mesir Berhasil Budidaya Gandum Tahan Garam di Wilayah Al&Mughra

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemerintah Mesir melalui Perusahaan Pengembangan Pedesaan Mesir Baru mengumumkan keberhasilan perdana budidaya tanaman gandum menggunakan air berkadar salinitas tinggi di wilayah El-Moghra pada Jumat (1/5/2026). Pencapaian ini merupakan bagian dari proyek pembangunan nasional di lahan seluas 1,5 juta feddan atau sekitar 630 ribu hektar.

Dilansir dari Detik iNET, eksperimen ini dijalankan bersama Pusat Penelitian Gurun (DRC) dari Kementerian Pertanian dan Reklamasi Lahan dengan menerapkan teknologi pertanian modern. Tim peneliti menggunakan tiga varietas gandum khusus yang memiliki toleransi tinggi terhadap air irigasi dengan tingkat salinitas mencapai 8.000 ppm.

Data hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase pertumbuhan benih serta ketahanan tanaman yang lebih kuat terhadap kandungan garam. Selain potensi hasil panen yang diprediksi melimpah, kualitas biji-bijian yang dihasilkan juga dinyatakan telah memenuhi standar internasional yang ditetapkan.

Pihak perusahaan optimis bahwa produktivitas gandum dapat terus ditingkatkan melalui perluasan area tanam dan penyempurnaan teknik pertanian. Keberhasilan ini sekaligus membuka peluang pemanfaatan wilayah yang lebih menantang seperti lahan berbatu dan tanah tandus dengan akses air terbatas.

Amr Abdel Wahab selaku Ketua dan Direktur Pelaksana menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi jembatan penting antara riset ilmiah dan implementasi praktis di sektor agrikultur. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional serta meminimalisir ketergantungan negara pada kebijakan impor gandum.

"Keberhasilan percobaan budidaya gandum tahan garam di wilayah Al-Mughra merupakan pencapaian ilmiah dan terapan yang penting, dan secara jelas mencerminkan arah strategis perusahaan untuk memaksimalkan peran penelitian ilmiah sebagai pilar fundamental dalam pembangunan pertanian," ujar Amr Abdel Wahab, Ketua dan Direktur Pelaksana.

Pihak perusahaan kini berkomitmen penuh untuk mengadopsi sistem pertanian canggih dan mempererat kolaborasi dengan berbagai lembaga penelitian. Upaya ini dilakukan guna memastikan efisiensi sumber daya serta menjaga mutu hasil panen agar tetap bersaing di pasar global.

Amr Abdel Wahab menambahkan bahwa perkembangan nyata pada proyek 1,5 juta feddan ini merupakan representasi dari visi besar Mesir dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di masa depan.