Jakarta (ANTARA) - Platform digital, Meta, melanjutkan semangat PP Tunas dalam melindungi anak Indonesia di ruang digital dengan menghadirkan program bernama Smart Digital Parenting bertujuan memberikan literasi ratusan orang tua untuk memahami pengasuhan digital yang tepat.
Program ini diwujudkan melalui kolaborasi Meta dengan organisasi masyarakat ECPAT Indonesia dan bakal mengajak para orang tua mendapatkan pengetahuan dan mengenal alat praktis mendampingi anak mereka saat berselancar di ruang digital dan menciptakan kebiasaan digital aman serta sehat.
"Kami bangga dan senang bisa melanjutkan kemitraan dengan ECPAT Indonesia dengan meluncurkan rangkaian pelatihan Smart Digital Parenting secara nasional untuk membekali lebih banyak keluarga dengan panduan praktis dan kebiasaan digital yang sehat," kata Kepala Kebijakan Publik Meta di Indonesia Bernie Moestafa di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Meta bawa dua pengaturan konten baru perkuat proteksi di akun remaja
Acara ini disiapkan dapat diikuti oleh ribuan orang tua di empat kota yang ada di Indonesia yaitu di Denpasar, Yogyakarta, Batam, dan Kupang dalam periode Juni hingga Oktober 2026.
Program ini akan berkelanjutan dengan pembentukan komunitas orang tua bernama Parent Champions, komunitas yang bakal didampingi ECPAT Indonesia untuk menyebarkan kesadaran pada lebih banyak orang tua mengenai pengasuhan digital yang aman dan sehat.
Tidak hanya menggandeng ECPAT Indonesia, Meta juga melibatkan pemerintah di masing-masing daerah untuk menyukseskan inisiatif literasi digital pada orang tua ini.
Dengan demikian program ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam menghadirkan perlindungan digital yang ramah dan aman bagi anak.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Alexander Sabar mengapresiasi adanya program ini sebagai keberlanjutan komitmen Meta sebagai platform digital dalam melindungi generasi penerus bangsa di ruang digital.
Ia berharap Meta dapat menjadi role model yang diikuti oleh para platform digital lainnya untuk membangun literasi digital kolektif khususnya bagi orang tua sehingga dapat mendampingi anak-anaknya secara tepat saat berselancar di ruang digital.
"Inisiatif seperti ini sangat penting karena literasi digital saat ini bukan lagi sekadar kemampuan menggunakan teknologi, melainkan bagaimana kita bersama dapat membangun ruang digital yang aman dan sehat khususnya bagi anak-anak kita," kata Alex.
Baca juga: Meta, Snap, dan Roblox janji perkuat upaya pelindungan anak di Inggris
Baca juga: Pemerintah tegaskan transformasi digital fondasi pertumbuhan ekonomi
Baca juga: Komdigi: PP Tunas lindungi anak dari komersialisasi dunia digital
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
10 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·