Meta Bakal PHK 10 persen Karyawan Global Mulai 20 Mei 2026

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Logo Meta, rebranding perusahaan Facebook. Foto: Dado Ruvic/Reuters

Perusahaan induk Facebook dan Instagram, Meta Platforms, dikabarkan akan memulai gelombang pertama pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran tahun ini pada 20 Mei. Informasi ini diungkap tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada Reuters.

Mengutip Reuters, pada tahap awal, perusahaan akan memangkas sekitar 10 persen dari total karyawan global, atau mendekati 8.000 orang, menurut salah satu sumber.

Langkah efisiensi ini belum akan berhenti. Tiga sumber tersebut menyebut, Meta juga tengah menyiapkan gelombang PHK lanjutan pada paruh kedua tahun ini. Namun, detail terkait waktu dan jumlah karyawan yang terdampak masih belum diputuskan. Rencana tersebut juga masih bisa berubah, tergantung perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke depan.

Sebelumnya, Reuters melaporkan perusahaan berpotensi memangkas hingga 20 persen atau lebih dari total tenaga kerjanya secara global. Meski begitu, Meta tidak memberikan komentar terkait jadwal maupun skala PHK yang direncanakan.

CEO Mark Zuckerberg diketahui tengah menggelontorkan investasi besar, mencapai ratusan miliar dolar AS, untuk pengembangan AI. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar dalam operasional perusahaan, sejalan dengan tren perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat yang semakin fokus pada AI.

CEO Meta Mark Zuckerberg mengenakan kacamata Meta Ray-Ban Display saat menyampaikan pidato peluncuran lini baru kacamata pintar tersebut dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, Rabu (17/9/2025). Foto: Carlos Barria/REUTERS

PHK tahun ini diperkirakan menjadi yang terbesar sejak restrukturisasi pada akhir 2022 hingga awal 2023 yang disebut sebagai “year of efficiency”. Saat itu, Meta memangkas sekitar 21.000 pekerjaan di tengah tekanan kinerja saham dan koreksi terhadap lonjakan pertumbuhan selama pandemi COVID-19.

Kondisi keuangan Meta saat ini dinilai lebih stabil. Namun, manajemen mulai mengarah pada struktur organisasi yang lebih ramping, dengan lapisan manajemen lebih sedikit serta peningkatan efisiensi melalui dukungan teknologi AI.

Sejak awal tahun, saham Meta tercatat naik 3,68 persen, meski masih berada di bawah rekor tertinggi yang sempat dicapai pada musim panas tahun lalu. Sepanjang tahun lalu, perusahaan mencatat pendapatan lebih dari USD 200 miliar dengan laba mencapai USD 60 miliar, meski belanja untuk AI terus membengkak.

Berdasarkan laporan terbaru, Meta memiliki hampir 79.000 karyawan per 31 Desember. Dalam beberapa pekan terakhir, perusahaan juga melakukan penataan ulang tim di divisi Reality Labs dan memindahkan sejumlah insinyur ke unit baru bernama “Applied AI”. Unit ini difokuskan untuk mempercepat pengembangan agen AI yang mampu menulis kode serta menjalankan tugas kompleks secara mandiri.