Michael Carrick Ubah Nasib Kobbie Mainoo di Manchester United

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Gelandang muda Kobbie Mainoo kini menjadi pembicaraan hangat terkait masa depannya di Manchester United. Perubahan posisi tawar pemain berusia 21 tahun tersebut terjadi seiring pergantian kepemimpinan di kursi manajer Setan Merah.

Dilansir dari Detik Sport, Mainoo sempat kehilangan status sebagai pemain reguler saat Manchester United masih ditangani oleh Ruben Amorim. Kondisi tersebut memicu rumor kepindahannya, dengan klub Italia Napoli dilaporkan siap menampung sang pemain.

Namun, situasi tersebut berbalik drastis sejak Michael Carrick mengambil alih kemudi tim. Di bawah arahan Carrick, Mainoo bertransformasi menjadi sosok yang tidak tergantikan di sektor tengah United.

Pemain berbakat ini telah mencatatkan 11 penampilan selama periode kepelatihan Carrick. Dari jumlah laga tersebut, ia sukses memberikan kontribusi nyata berupa dua assist bagi tim.

Performa impresif ini membuat Mainoo mulai mempertimbangkan untuk memperpanjang masa baktinya di Old Trafford. Diketahui bahwa ikatan kontrak pemain jebolan akademi ini akan segera kedaluwarsa pada Juni tahun depan.

Mantan bintang United, Paul Pogba, ikut mengomentari situasi yang dialami juniornya tersebut. Pogba yang pernah berada dalam posisi serupa sebelum pindah ke Juventus, memilih untuk tidak memberikan saran agar Mainoo hengkang.

"Dia bermain dan dia adalah anak yang sangat, sangat berbakat. Dia masih muda," kata Pogba dalam unggahan di kanal YouTube pribadi Rio Ferdinand.

Pertimbangan Masa Depan dan Faktor Kepercayaan

Pogba menekankan bahwa keputusan untuk bertahan atau pergi sangat bergantung pada kenyamanan sang pemain di dalam tim. Ia menilai kepercayaan dari manajer merupakan faktor kunci bagi pemain muda seperti Mainoo.

"Ini sulit. Benar-benar sulit. Ini tergantung pada bagaimana perasaannya. Jika dia merasa cocok, jika dia merasa baik-baik saja dengan manajernya, jika manajernya benar-benar memercayainya-karena dia pasti akan dikejar oleh banyak klub, itu sudah pasti."

Pogba juga menyoroti peran agen dalam mempengaruhi pemikiran seorang pemain muda. Tekanan dari pihak eksternal sering kali membuat pemain merasa harus mencari klub lain demi kesempatan bermain yang lebih besar.

"Tetapi saya tidak tahu soal kontraknya, karena jika dia menjadi agen bebas, saya pikir ceritanya akan berbeda. Namun, anak seperti ini, Anda tahu sendiri, dia merasa bisa bermain dan orang lain juga berpikir dia bisa bermain, lalu agennya mendorongnya, memberi tahu dia, 'kamu bisa bermain di tim ini, kenapa kamu tidak bermain'. Hal-hal itu merasuki pikiran si anak dan dia jadi berpikir, 'ya, saya harus pergi'," tutur Pogba.