Pasukan militer Amerika Serikat (AS) menghancurkan enam kapal kecil milik Iran serta melumpuhkan sejumlah rudal dan drone di kawasan perairan pada Senin (5/5/2026). Operasi ini dilakukan untuk merespons ancaman terhadap keamanan pelayaran kapal komersial serta armada Angkatan Laut AS di wilayah tersebut.
Aksi militer ini melibatkan pengerahan unit udara untuk menetralisir ancaman secara langsung di lokasi kejadian. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, helikopter jenis Apache dan Seahawk milik AS dikerahkan untuk menghantam sasaran yang dianggap membahayakan jalur perdagangan internasional.
Laksamana Brad Cooper selaku kepala Komando Pusat AS memberikan penjelasan mendetail mengenai operasi penghancuran unit laut Iran tersebut kepada awak media.
"enam kapal kecil Iran yang mengancam pelayaran komersial," kata Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat AS.
Selain penindakan terhadap kapal, unit pertahanan Amerika Serikat juga aktif melakukan pencegatan terhadap proyektil udara yang diarahkan ke kapal-kapal di area tersebut.
"secara efektif menghadang" semua "rudal dan drone yang ditembakkan ke arah kami dan kapal-kapal komersial," kata Cooper.
Situasi ketegangan ini terjadi di tengah kondisi diplomatik yang belum menemui titik temu antara kedua belah pihak. Sebelumnya, pemerintah Iran telah mengeluarkan pernyataan resmi yang meminta agar pihak Amerika Serikat melunakkan tuntutan mereka dalam rangkaian proses negosiasi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan posisi negaranya dalam sebuah pengarahan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Teheran pada Senin (4/5/2026).
"Pada tahap ini, prioritas kami adalah mengakhiri perang," kata Baghaei dalam pernyataannya.
Pernyataan tersebut menekankan perlunya komitmen dari pihak lawan bicara untuk menggunakan pendekatan yang dianggap lebih rasional dalam pembicaraan damai.
"Pihak lain harus berkomitmen pada pendekatan yang beralasan dan meninggalkan tuntutan berlebihan mereka terkait Iran," cetusnya.
Hingga saat ini, perundingan antara Teheran dan Washington masih berada dalam posisi buntu sejak penetapan gencatan senjata pada 8 April lalu. Proses mediasi yang difasilitasi oleh Pakistan baru menghasilkan satu putaran pertemuan langsung di antara kedua negara yang bertikai.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·