Militer AS Luncurkan Operasi Baru, Amankan Selat Hormuz

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: DIA TV/Shutterstock

Militer Amerika Serikat (AS) akan mulai menjalankan operasi baru di Selat Hormuz untuk mengamankan jalur pelayaran internasional, di tengah ketegangan konflik dengan Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan, mulai Senin (4/5) akan mendukung misi bertajuk Project Freedom guna memastikan kapal dagang bisa melintas dengan aman di jalur strategis tersebut.

Dalam pernyataannya di platform X, CENTCOM menegaskan misi ini bertujuan memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia.

Operasi ini merupakan bagian dari inisiatif Presiden Donald Trump sekaligus respons atas gangguan distribusi global akibat konflik di kawasan.

Trump sebelumnya mengatakan AS akan mulai mengawal kapal asing netral keluar dari Selat Hormuz dengan aman, yang ia sebut sebagai langkah kemanusiaan bagi negara-negara terdampak.

"Kami akan mulai mengawal kapal-kapal itu agar bisa keluar dengan aman," tulis Trump di akun Truth Social-nya.

Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menekankan bahwa operasi ini juga berkaitan dengan stabilitas ekonomi global.

"Dukungan kami terhadap misi pertahanan ini sangat penting bagi keamanan kawasan dan perekonomian global, sambil kami tetap mempertahankan blokade laut," katanya.

X post embed

Dalam pelaksanaannya, militer AS akan mengerahkan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat darat dan laut, sistem tanpa awak lintas domain, serta sekitar 15.000 personel militer.

Selat Hormuz menjadi jalur vital karena sekitar seperempat perdagangan minyak dunia melalui laut melintasi kawasan ini, bersama distribusi besar bahan bakar dan pupuk.

Untuk memperkuat operasi, pemerintah AS juga menggandeng mitra internasional melalui inisiatif Maritime Freedom Construct yang menggabungkan koordinasi militer dan diplomasi guna menjaga keamanan maritim di kawasan tersebut.