Minta Maaf, Sarwendah Mau Selesaikan Masalah dengan Kepala Dingin

Sedang Trending 6 jam yang lalu

Jakarta -

Polemik yang melibatkan Sarwendah dan mantan suaminya, Ruben Onsu, belakangan menjadi sorotan publik. Hal itu bermula dari beredarnya potongan video yang memperlihatkan Sarwendah melontarkan celetukan mengenai dirinya yang tidak membutuhkan uang dari laki-laki hingga menyebut kata 'cong'.

Video tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi di media sosial. Sejumlah netizen menduga ucapan itu ditujukan kepada Ruben Onsu. Di tengah ramainya perbincangan tersebut, Sarwendah akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf melalui video yang diunggah di Instagram.

"Halo semuanya. Saya Sarwendah Tan. Melalui video ini saya ingin menyampaikan beberapa hal. Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semuanya, keluarga besar, teman-teman, masyarakat, dan para penggemar yang selama ini selalu setia menemani perjalanan saya," kata Sarwendah dalam video yang diunggah di Instagramnya, Jumat (5/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarwendah mengakui potongan video yang beredar telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia juga menyadari ucapannya tidak mencerminkan sikap yang baik maupun rendah hati.

"Sebagai manusia yang biasa, yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, saya menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial. Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati," ujarnya.

Mantan personel Cherrybelle itu menilai persoalan yang terjadi seharusnya bisa diselesaikan secara lebih tenang tanpa menjadi konsumsi publik.

"Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang lebih tenang, kini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak," tuturnya.

Karena itu, Sarwendah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak akibat ramainya video tersebut.

"Oleh karena itu, saya minta maaf dari lubuk hati saya kepada semuanya. Saya minta maaf atas video yang beredar tersebut dan terhadap semua yang telah terdampak oleh karena hal tersebut," katanya.

Secara khusus, Sarwendah juga meminta maaf kepada ketiga anaknya yang ikut terseret dalam pemberitaan mengenai konflik kedua orang tuanya.

"Maaf yang terdalam kepada anak-anak saya. Apa pun yang terjadi di antara kehidupan orang dewasa, mereka tidak seharusnya terbawa ke dalam pemberitaan yang beredar," ungkapnya.

Sebagai ibu, Sarwendah berjanji akan tetap mengutamakan kebahagiaan serta masa depan anak-anaknya.

"Sebagai seorang ibu, saya berjanji akan terus berusaha menjadi ibu yang melindungi, merawat, dan mengutamakan kebahagiaan dan masa depan mereka," jelasnya.

Tak hanya kepada anak-anak, Sarwendah juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besarnya yang ikut merasakan dampak dari polemik tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih atas perhatiannya.

"Kepada keluarga besar saya yang juga turut merasakan ketidaknyamanan, beban pikiran karena hal ini, saya juga memohon maaf. Terima kasih telah menaruh pengertian, perhatian, dan kekuatan bagi saya," ujarnya.

Sarwendah turut mengucapkan terima kasih kepada para penggemarnya yang selama ini memberikan dukungan.

"Kepada para penggemar saya yang selama ini tulus dan terus mendukung saya, karena kalian saya tidak pernah merasa sendirian. Besar rasa terima kasih saya ke kalian. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi selain ucapan terima kasih yang tulus ini," katanya.

Di akhir pernyataannya, Sarwendah mengaku ingin menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bijak dalam bersikap di ruang publik. Ia pun merasa belajar dengan kejadian ini.

"Temani saya terus ya dalam proses menjadi pribadi yang lebih baik. Percayalah saya tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang telah kalian berikan selama ini. Dan ke depan, saya perlu lebih bijak lagi, lebih mengenal dampak yang bisa saya perbuat di ruang publik," ungkapnya.

Sarwendah juga meminta publik memberikan ruang baginya untuk menyelesaikan persoalan pribadi secara kekeluargaan dan dewasa.

"Saya mohon kepada semua untuk memberikan ruang dan waktu bagi saya menyelesaikan urusan pribadi saya ini dengan lebih baik secara kekeluargaan dan penuh kedewasaan. Saya percaya setiap persoalan memiliki penyelesaiannya masing-masing, dan saya memilih untuk menempuhnya dengan kepala dingin serta hati yang lebih lapang," pungkas Sarwendah.


(fbr/mau)