Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad menyebut pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat mengefektifkan transaksi sekaligus memperkuat daya saing.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, ia mengatakan Bank Indonesia menghadirkan QRIS sebagai solusi praktis, aman, dan efisien dalam mendukung transaksi masyarakat, khususnya UMKM.
“QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Pelaku UMKM dapat naik kelas karena memiliki pencatatan keuangan yang lebih baik serta akses pembiayaan yang lebih terbuka,” ujarnya dalam acara Publik Bicara Badan Supervisi Bank Indonesia di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Ia menilai digitalisasi sistem pembayaran menjadi keniscayaan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Baca juga: BI-Bank Sentral China akan tingkatkan layanan QRIS lintas batas
Menurut dia, sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS terus dikembangkan dan berpotensi digunakan dalam transaksi lintas negara.
Perluasan jangkauan QRIS hingga ke tingkat internasional, lanjutnya, akan meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di pasar global.
Untuk itu, ia mendorong pelaku UMKM memanfaatkan QRIS sebagai sistem pembayaran digital guna menangkap peluang ekonomi yang lebih luas.
“Dengan semakin luasnya adopsi QRIS, UMKM di daerah diharapkan dapat terhubung dengan ekosistem ekonomi digital dan memanfaatkan peluang pasar yang lebih besar,” katanya.
Baca juga: Sekarang, QRIS bisa dipakai di China
Ia juga memastikan keamanan transaksi melalui QRIS terjaga karena Bank Indonesia sebagai otoritas moneter telah membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan aman.
Menurut dia, QRIS merupakan sistem pembayaran yang sesuai dengan kondisi Indonesia, baik dari sisi infrastruktur maupun keamanan dengan risiko yang minim.
“QRIS memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada uang tunai dan risiko kesalahan dapat diminimalkan,” ujarnya.
Baca juga: BI perluas QRIS antarnegara ke China, transaksi mulai bisa hari ini
Baca juga: BI: Transaksi pembayaran digital tumbuh 33,76 persen selama triwulan I
Pewarta: Benardy Ferdiansyah/Muhammad Rizki
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·