Kota Bandung (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy Bandung menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 10,64 gram melalui salah satu alat kontrasepsi, kondom.
"Barang haram tersebut ditemukan tersembunyi di dalam dubur seorang oknum, berinisial S dengan menggunakan bungkus kondom," kata Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung Eris Ramdani di Bandung, Senin.
Ia mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat petugas menemukan sebanyak 13 paket sabu dari dua orang pengunjung kepada warga binaan bernama Denis Setiawan.
"Kita mendapatkan narkoba sebanyak 13 paket yang dibawa oleh narapidana bernama Denis dan setelah kita telusuri, ternyata melewati kunjungan. Denis dikunjungi dua orang, yakni satu adiknya dan satu lagi teman adiknya," katanya.
Eris mengatakan pihaknya langsung menangkap S yang merupakan adik kandung warga binaan Denis dan temannya AS oleh penjaga pintu utama.
Baca juga: Bawa brownis isi narkoba, pengunjung ditangkap petugas Lapas Banceuy
Ia mengatakan pihaknya mencurigai gerak gerik pelaku sehingga dilakukan pengecekan dan berhasil menangkapnya.
"(Pelaku) Adik dan kakak. Jadi, memang untuk kunjungan kita persempit khusus keluarga inti, jadi yang membawanya itu teman adiknya," kata dia.
Ia menambahkan dari pemeriksaan sementara kedua pelaku dijanjikan Rp1 juta untuk dapat membawa sabu ke Lapas Banceuy.
Eris mengatakan saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung untuk melakukan pengembangan kasus.
Ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada warga binaan jika terbukti terlibat, termasuk kemungkinan pencabutan hak-haknya.
Baca juga: Eks ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara dieksekusi ke Banceuy
“Kami tidak henti-hentinya melakukan penggeledahan, karena ini adalah perang terhadap narkoba, tidak hanya di luar, tetapi juga di dalam lapas,” katanya.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·