Moskow klaim banyak perusahaan Eropa ingin kembali ke pasar Rusia

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Moskow (ANTARA) - Rusia menerima sinyal dari sejumlah perusahaan Eropa tentang keinginan mereka untuk kembali ke pasar Rusia, kata Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev.

"Kami memang menerima sinyal dari banyak perusahaan Eropa tentang keinginan mereka untuk kembali ke pasar Rusia," kata Dmitriev yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Rusia bidang Investasi dan Kerja Sama Ekonomi dengan Negara Asing.

Menurut Dmitriev, banyak bisnis perusahaan Eropa mengalami penurunan pendapatan sebesar 30-40%.

"Saya pikir kata 'kelelahan' menggambarkan situasi ini dengan baik dari perspektif perusahaan Eropa, karena mereka pernah memiliki bisnis yang sangat sukses di Rusia," kata Dmitriev dalam wawancara dengan surat kabar Jerman Berliner Zeitung yang diterbitkan pada Kamis.

Baca juga: Rusia: Penyitaan tanker oleh UE langgar hukum internasional

Banyak perusahaan asing meninggalkan pasar Rusia setelah dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina. Beberapa di antaranya sekarang berupaya untuk kembali, kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sesi pleno Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg 2026.

Rusia akan menyambut kembalinya mereka jika saat pergi dari Rusia dahulu mereka "tidak meninggalkan kekacauan atau berperilaku kasar," kata Putin.

Otoritas Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa berbagai perusahaan Barat yang kembali ke Rusia tidak akan menerima hak istimewa atau preferensi khusus dan harus bersaing secara setara.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada tahun lalu mengatakan bahwa pendekatan khusus akan diterapkan kepada perusahaan asing yang meninggalkan pasar Rusia dengan cara yang "tidak hormat".

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: RI-Rusia perkuat kerja sama industri strategis di BRICS PartNIR

Penerjemah: M Razi Rahman
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.