Penyelenggara MPL Malaysia resmi menjatuhkan sanksi disipliner kepada pemain Selangor Red Giants, Mark 'Kramm' Genzon Sojero, pada Jumat (08/05/2026) setelah hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran serius terhadap kode perilaku liga.
Pemain profesional asal Filipina tersebut dilarang berpartisipasi dalam tujuh pertandingan di seluruh turnamen resmi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dan diwajibkan membayar denda sebesar USD2.000 atas tindakannya yang dinilai melanggar aturan liga.
Berdasarkan laporan ggwp.id dan ligaolahraga.com, Kramm terbukti mengirimkan pesan kepada pemain lain di MPL Malaysia yang dianggap tidak sesuai dengan standar profesionalisme dalam buku peraturan resmi. Pihak liga menegaskan bahwa keputusan ini murni diambil berdasarkan bukti komunikasi tersebut dan tidak berkaitan dengan insiden lain yang pernah terjadi sebelumnya.
Sanksi ini berlaku di seluruh ekosistem turnamen resmi MLBB di semua regional, yang berarti hukuman tersebut tidak terbatas pada kompetisi domestik di Malaysia saja. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan lingkungan kompetisi tetap kondusif dan menjunjung tinggi etika olahraga elektronik.
Pihak penyelenggara menekankan pentingnya tanggung jawab setiap individu yang terlibat dalam industri ini untuk menjaga integritas kompetisi di luar arena pertandingan.
"MPL Malaysia mengambil kesempatan ini untuk mengingatkan semua tim dan pemain tentang tanggung jawab bersama untuk mempertahankan lingkungan yang profesional, hormat, dan aman bagi semua orang dalam ekosistem ini." ujar pihak penyelenggara MPL Malaysia.
Kramm dikenal sebagai pemain posisi EXP Lane yang memiliki reputasi besar di skena kompetitif setelah membawa Selangor Red Giants menjuarai MSC 2024. Hingga saat ini, publik masih menunggu respons resmi dari manajemen Selangor Red Giants terkait absennya pemain kunci mereka dalam tujuh laga mendatang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·