Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi disrupsi global yang semakin kompleks dan berdampak luas di berbagai sektor.
Dalam orasi ilmiah pada wisuda dan Dies Natalis ke-63 Universitas Pattimura di Ambon, Maluku, Kamis, yang mengangkat tema tantangan dan peluang Indonesia di tengah perubahan global, Eddy mengatakan Indonesia saat ini berada dalam pusaran disrupsi yang dipicu oleh perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, krisis kesehatan, hingga tekanan lingkungan.
“Perlu ditegaskan bahwa disrupsi yang terjadi saat ini memiliki karakter yang jauh lebih cepat, luas, dan berdampak simultan di berbagai sektor,” ujar Eddy dalam keterangannya diterima di Jakarta.
Baca juga: MPR apresiasi langkah Prabowo evaluasi MBG agar lebih tepat sasaran
Ia menjelaskan, perubahan global tersebut bukan fenomena baru, melainkan kelanjutan dari berbagai fase transformasi besar, mulai dari revolusi industri hingga pandemi COVID-19, yang kini diperkuat oleh perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
Eddy juga menyoroti dampak konflik global terhadap stabilitas ekonomi, terutama pada sektor energi dan rantai pasok.
“Perang di Timur Tengah dan ketegangan global telah mengganggu rantai pasok energi dan industri. Dampaknya terasa langsung pada kenaikan harga berbagai komoditas, termasuk energi, pangan, hingga transportasi,” katanya.
Dalam konteks tersebut, ia menilai penguatan ketahanan energi nasional menjadi langkah strategis yang harus dilakukan secara simultan dengan percepatan transisi energi.
“Produksi migas nasional perlu ditingkatkan, tetapi di saat yang sama, transisi energi harus dipercepat. Elektrifikasi, bioenergi, serta pengembangan energi baru seperti hidrogen dan nuklir menjadi bagian dari solusi jangka panjang,” ujarnya menegaskan.
Baca juga: Pimpinan MPR: Survei buktikan capaian Prabowo di Timur Tengah
Selain itu, Eddy menekankan disrupsi global akan berdampak langsung pada struktur pasar tenaga kerja, termasuk munculnya sektor industri hijau yang membutuhkan kompetensi baru.
“Reskilling dan upskilling menjadi keharusan. Dunia pendidikan harus terhubung erat dengan kebutuhan industri melalui konsep link and match,” jelasnya.
Ia mengingatkan pentingnya sinergi antara pendidikan, industri, dan kebijakan pemerintah untuk memastikan SDM Indonesia mampu bersaing di tengah perubahan global.
Di akhir orasinya, Eddy mengajak generasi muda untuk memanfaatkan disrupsi sebagai peluang untuk berkembang dan berkontribusi.
“Para pemenang adalah mereka yang mampu beradaptasi cepat, jeli melihat peluang, dan tetap berprestasi di tengah ketidakpastian. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia dan berkontribusi di bidang masing-masing,” ujarnya.
Baca juga: MPR terima kunjungan Dubes UEA dan bahas perluasan kerja sama energi
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·