SEJUMLAH musisi dan aktivis menggelar konser Dari Warga untuk Andrie Yunus untuk menunjukkan solidaritas kepada Andrie Yunus, pembela HAM dari KontraS yang disiram zat asam kuat pada Maret lalu. Acara berlangsung diawali dengan pemutaran film Pesta Babi, pameran mural, konferensi pers perkembangan kasus, serta penampilan musik dari Efek Rumah Kaca, Banda Neira, Down For Life, Usman and The Blackstones feat. Gugun Blues Shelter, Fajar Merah, dan beberapa musikus lainnya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Acara diadakan di M Bloc Live House pada Senin malam, 27 April 2026, tapi karena ramainya penonton dan semangat solidaritas yang berdatangan, sesi unplugged diadakan di depan venue bagi penonton yang tidak sempat masuk. Dalam acara yang sama, para musikus membacakan pernyataan bersama dalam rangka solidaritas serta momentum Hari Bumi 2026, bahwa krisis ekologi dan krisis demokrasi di Indonesia adalah dua wajah konsekuensi dari satu kegagalan sistem yang sama.
Tiap musikus mengangkat pelbagai tema selama di atas panggung seperti potensi bencana ekologi dan deforestasi yang tinggi, sistem politik yang mengarah pada autokrasi dengan menguatnya peran militer, dan potensi krisis ekonomi akibat gejolak perang. Mereka menolak segala kebijakan perambahan hutan yang dilakukan atas nama mengatasi krisis energi, karena cara-cara ini terbukti merusak Bumi dan melahirkan bencana ekologis seperti di Sumatera.
Para band yang tampil mengkritisi isu lingkungan tersebut, perluasan peran militer dalam ranah sipil dan pengelolaan sumber daya, serta isu sosial-politik lainnya menghadapi serangan. Amnesty International Indonesia mencatat setidaknya 124 kasus serangan terhadap 288 pembela HAM sepanjang 2024, dan menggambarkan periode ini sebagai kondisi yang sangat mengkhawatirkan bagi HAM di Indonesia.
Situasi pun semakin intens sepanjang 2025 dengan setidaknya 295 pembela HAM menjadi korban serangan, ribuan warga ditangkap sewenang-wenang dalam aksi demonstrasi. Catatan Amnesty pada 2026, setidaknya 34 pembela HAM mengalami intimidasi dari Januari hingga April di tahun ini. Serupa dengan kasus penyiraman yang terjadi kepada Andrie Yunus.
“Kami mendesak negara untuk menuntaskan kasus Andrie Yunus hingga ke dalang intelektualnya beserta kasus serangan terhadap pembela HAM yang lain,” kata Usman Hamid selaku Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia yang tergabung dalam band Usman and the Blackstones.
Usman meminta pemerintah memperbaiki kebijakan-kebijakan strategis yang relevan dengan penghidupan dan pengalaman keseharian masyarakat. “Ini khususnya untuk generasi muda dalam memperoleh pekerjaan layak, pendidikan, kesehatan fisik maupun mental, serta akses perumahan,” tuturnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·