Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dan pemimpin oposisi Yair Lapid mengumumkan penggabungan partai mereka pada Minggu (26/4/2026) untuk membentuk aliansi baru guna menantang Benjamin Netanyahu dalam pemilihan Knesset akhir tahun ini.
Aliansi yang diberi nama Together tersebut menggabungkan partai Bennett 2026 dan partai Yesh Atid milik Lapid demi menciptakan kekuatan politik yang mampu menggulingkan dominasi Netanyahu. Langkah ini menyusul pengumuman Netanyahu mengenai operasi pengangkatan tumor prostat yang memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya menjelang pemilu.
Yair Lapid menekankan pentingnya perubahan kepemimpinan saat memberikan pernyataan dalam konferensi pers bersama di hari Minggu tersebut.
"Kami berdiri di sini bersama demi anak-anak kita. Negara Israel harus mengubah arah," ujar Yair Lapid, pemimpin partai centrist Yesh Atid.
Ketua partai Together yang baru dibentuk, Naftali Bennett, menegaskan bahwa kepemimpinan Netanyahu selama tiga dekade terakhir sudah saatnya berakhir untuk memberikan ruang bagi era baru.
"Setelah 30 tahun, inilah saatnya berpisah dengan Netanyahu dan membuka babak baru bagi Israel," kata Naftali Bennett, pemimpin partai Together.
Bennett juga secara terbuka mengajak Gadi Eisenkot, mantan kepala staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan pemimpin partai Yashar, untuk bergabung dalam koalisi mereka. Meskipun belum secara resmi menyatakan bergabung, Eisenkot memberikan respon positif terhadap pembentukan aliansi tersebut melalui tulisan resminya pada Senin.
"Tujuan memenangkan pemilu krusial di depan kita adalah tujuan bersama," tulis Gadi Eisenkot, pemimpin partai Yashar.
Ia menyebut Bennett dan Lapid sebagai mitra strategis dalam upaya melakukan perubahan bagi negara Israel.
"Kemenangan dan perubahan yang diperlukan bagi negara Israel," janji Gadi Eisenkot, pemimpin partai Yashar.
Data jajak pendapat terbaru dari surat kabar Maariv menunjukkan partai Bennett dan Likud milik Netanyahu sama-sama memperoleh 24 kursi Knesset, sementara Yashar meraih 12 kursi dan Yesh Atid mendapatkan tujuh kursi. Namun, survei N12 News pada 23 April mencatat Bennett mendapatkan 21 kursi dibandingkan 25 kursi untuk Likud.
Strategi bertahan Netanyahu terlihat melalui unggahan di Telegram yang menyertakan foto koalisi Bennett-Lapid tahun 2021 yang saat itu melibatkan partai Arab, United Arab List (UAL).
"Mereka melakukannya sekali, mereka akan melakukannya lagi," tulis Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.
Menanggapi serangan tersebut, Bennett menyatakan bahwa dirinya tidak akan mencari koalisi dengan partai-partai Arab lagi dan menolak menyerahkan lahan apa pun kepada musuh. Di sisi lain, Lapid terus mengkritik kebijakan Netanyahu terkait beban pajak dan wajib militer yang dianggap tidak adil oleh kelas menengah sekuler Israel.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·