Naoya Inoue mencatatkan sejarah baru dalam dunia tinju setelah mengalahkan penantang Junto Nakatani melalui keputusan juri 3-0 dalam laga unifikasi gelar juara dunia kelas super bantamweight di empat organisasi besar pada Sabtu (2/5/2026).
Kemenangan di atas ring tersebut memastikan Inoue melampaui rekor 27 kemenangan beruntun dalam perebutan gelar juara dunia miliknya sendiri dan kini resmi mengantongi 28 kemenangan tanpa putus. Pencapaian ini membawa petinju asal Jepang tersebut melewati catatan 26 kemenangan beruntun milik legenda tinju Floyd Mayweather dan Joe Louis.
Dilansir dari media lokal Nikkan Sports dan Ronspo, pertarungan ke-33 dalam karier Inoue ini menjadi laga paling berat karena ia harus menghadapi Nakatani yang naik kelas berat badan. Inoue mengalami luka memar di sekitar mata kirinya akibat tekanan besar sepanjang pertandingan.
Meski berhasil menang, Inoue mengakui adanya beban psikologis yang sangat berat saat memasuki arena pertandingan menghadapi lawan yang sebelumnya tidak terkalahkan tersebut.
"Jujur saja, saya merasa sangat lega. Tekanan dan beban karena harus menang tanpa syarat berada pada level yang sangat berbeda dibandingkan pertarungan sebelumnya," ungkap Inoue, dilansir dari Ronspo.
Titik balik laga terjadi pada ronde ke-11 saat pukulan uppercut kanan Inoue mendarat telak di mata kiri Nakatani. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan parah yang membuat Nakatani kesulitan membuka matanya sebelum akhirnya Inoue terus menekan dengan uppercut kiri.
Nakatani yang berjuang hingga bel terakhir ronde ke-12 tidak mampu menghadiri konferensi pers setelah laga karena dicurigai mengalami patah tulang orbital dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Juara itu memang berpengalaman. Kemampuan manajemen ringnya benar-benar luar biasa," kata Nakatani saat berbicara kepada wartawan sebelum dibawa ke rumah sakit.
Pemeriksaan medis pada hari Minggu mengonfirmasi bahwa Nakatani menderita patah tulang lantai orbital pada mata kirinya akibat kombinasi pukulan satu-dua yang diikuti uppercut kanan tajam dari Inoue di ronde ke-11.
"Ini adalah pengalaman yang membahagiakan bagi saya bisa bertukar sarung tinju dengan petinju hebat seperti Inoue. Setelah pulih, saya ingin melakukan comeback," tutur Nakatani, dilansir dari Fightnews.
Inoue kini mengincar rekor 30 kemenangan beruntun setelah sukses mempertahankan statusnya sebagai petinju pertama dalam sejarah yang memegang empat gelar organisasi besar di dua kelas berat berbeda secara bersamaan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·