Jakarta (ANTARA) - Platform pengaliran arus film Netflix memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk meningkatkan pengalaman pengguna saat menggunakan layanan sekaligus mendukung proses kreatif para pembuat konten di platform tersebut.
Chief Product and Technology Officer Netflix Elizabeth Stone dalam acara Pameran Inovasi Produk Asia Pasifik yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu, mengatakan perkembangan teknologi AI generatif saat ini membuka peluang baru untuk menghadirkan layanan yang lebih baik bagi pelanggan maupun kreator.
"Kami telah menggunakan AI dan machine learning selama bertahun-tahun, bahkan beberapa dekade. Namun teknologi baru yang muncul saat ini memungkinkan kami membangun pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan dan kreator," kata Stone.
Baca juga: Netflix umumkan pembaruan fitur dan layanannya di Asia Pasifik
Stone menyatakan mereka mengadopsi AI secara pragmatis dan tidak sekadar mengikuti tren teknologi. Menurut dia, setiap implementasi AI harus mampu memberi manfaat nyata untuk bisnis.
Untuk pengguna, Netflix memanfaatkan arsitektur model AI terbaru guna meningkatkan personalisasi layanan. Teknologi tersebut membantu perusahaan menghadirkan rekomendasi konten yang lebih relevan sekaligus mempercepat proses pengembangan dan penyempurnaan produk.
Pada kuartal pertama tahun ini, Netflix mulai menerapkan pemahaman berbasis AI generatif terhadap katalog kontennya. Teknologi itu digunakan untuk membantu pelanggan menentukan film, serial, atau gim yang ingin mereka nikmati.
Menurut Stone, penggunaan AI pada katalog konten berdampak kepada peningkatan engagement (interaksi) dan penggunaan produk di platform tersebut.
Netflix juga melihat AI sebagai pendukung bagi para kreator. Pemanfaatan teknologi tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari proses produksi, lokalisasi konten, hingga promosi.
Sebagai bagian dari strategi bisnis di sektor AI, Netflix pada Maret mengumumkan akuisisi perusahaan teknologi film InterPositive yang didirikan oleh aktor Ben Affleck.
Perusahaan itu mengembangkan berbagai perangkat berbasis AI untuk mendukung proses pembuatan film. Netflix menilai teknologi yang dikembangkan InterPositive sejalan dengan upaya perusahaan dalam membangun berbagai inovasi teknologi untuk mendukung kebutuhan kreator.
"Kami terus berinvestasi pada teknologi yang mendukung proses kreatif tersebut," ujar Stone.
Baca juga: Netflix, PUBG, hingga Shopee telah penuhi penilaian mandiri PP Tunas
Baca juga: Menkomdigi sebut adopsi AI harus tingkatkan produktivitas nasional
Baca juga: Laporan baru menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam adopsi AI
Baca juga: Grab nilai adopsi AI dapat optimalkan performa platform digital
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·