Neymar Terancam Laporan Hukum Buntut Pemukulan Pemain Muda Santos

Sedang Trending 25 menit yang lalu

Manajemen Robinho Jr mengajukan notifikasi ekstrayudisial kepada klub Santos setelah insiden dugaan kekerasan fisik yang dilakukan Neymar dalam sesi latihan pada Minggu, 4 Mei 2026. Laporan tersebut mencakup tuduhan penghinaan, penjegalan, hingga penamparan yang memicu ketegangan di internal tim berjuluk Peixe tersebut.

Dilansir dari media ge, pihak perwakilan Robinho Jr mendesak manajemen klub untuk segera melakukan investigasi mendalam dan menyerahkan rekaman video di lokasi kejadian. Selain menuntut pertanggungjawaban, mereka juga meminta pertemuan khusus guna membahas kemungkinan pemutusan kontrak pemain berusia 18 tahun tersebut.

Kronologi kejadian bermula saat Neymar merasa kesal setelah dilewati melalui teknik drible oleh Robinho Jr dalam latihan di CT Rei Pele. Perselisihan tersebut memanas menjadi aksi saling dorong yang berujung pada tindakan fisik, meski kapten timnas Brasil itu dilaporkan sempat meminta maaf sebelum meninggalkan pusat latihan.

Situasi ini memicu reaksi dari mantan pemain Cruzeiro, Dede, yang memberikan pandangan mengenai dinamika senioritas di dunia sepak bola profesional melalui unggahan media sosial.

"O futebol é muito estressante, o cara viaja e tal. E a maioria das vezes sobra do mais velho para o mais novo. Por quê? A hierarquia do futebol não aceita. Não é que não aceita, eles não toleram, né? Que o mais novo seja abusado e isso acontece. É normal, gente. Agora aqui eu vou falar para vocês histórias que aconteceu comigo sobre conflitos no futebol" kata Dede, mantan pemain Cruzeiro.

Dede kemudian menceritakan pengalaman pribadinya saat membela Cruzeiro pada musim 2013, di mana ketegangan antar pemain besar nyaris berujung pada perkelahian fisik namun berhasil diredam oleh kepemimpinan pemain senior lainnya.

"Para você ter noção, o melhor time que eu joguei na minha na minha carreira foi o Cruzeiro de 2013. Tivemos uma confusão que vocês não têm noção. De 'pegapacapá', não chegou a encostar, mas quase encostas. Duas pessoas gigantes no futebol. Dentro dessa confusão, o Tinga chegou e falou assim: 'Galera, nós estamos prontos para ser campeões'" lanjut Dede.

Ia juga mengungkap rincian tentang pelanggaran disiplin terkait jadwal penerbangan tim dari Porto Alegre menuju Belo Horizonte yang melibatkan jajaran direksi dan pelatih Marcelo Oliveira.

"Resumindo essa história, a gente jogou contra o Grêmio lá fora e a gente voltando, o nosso voo era 5 horas da tarde, pegamos um voo mais cedo. Eu estava envolvido e chegamos em BH. Tinha uma multa muito absurda para para nos dar, e o Tinga foi nos defender. Dentro dessa situação, dois companheiros se desentenderam porque foi mal falado sobre a viagem e os dois quase se pegaram" ungkap Dede.

Menurut penuturan Dede, masalah tersebut diselesaikan secara tertutup di ruang ganti tanpa pernah bocor ke publik hingga saat ini, guna menjaga keharmonisan tim yang saat itu akhirnya keluar sebagai juara Liga Brasil.

"Foi resolvido dentro do vestiário e acabou, não teve que sair. Lógico, não é maneiro. É uma falta de respeito você bater no seu companheiro, brigar e tal, não é legal. Eu, graças a Deus, nunca briguei com ninguém dentro do futebol. Mas já teve momentos calorosos comigo e com outros jogadores, e essa história do Cruzeiro que o Tinga falou, o Marcelo Oliveira ficou muito preocupado e a gente o acalmou. 'Marcelo, fica tranquilo, cara. Não vai nem sair daqui'. E nunca saiu" tegas Dede.

Dede juga mengkritik perubahan budaya ruang ganti pada generasi pemain saat ini yang dinilainya terlalu terpaku pada penggunaan gawai dibandingkan membangun interaksi sosial secara langsung.

"Eu não sei como é que está hoje essa geração do futebol. Acabou a resenha, é só celular, é fone de ouvido, é por isso. Então, quando acontece, tem esse acontecimento dessa geração, a galera quer falar, isso aí para mim é mimimi, galera. E deu, desabafei" pungat Dede.

Dampak dari insiden ini mulai merembet ke suporter, di mana CNN Brasil melaporkan adanya perbedaan perlakuan terhadap kedua pemain saat Santos berada di Paraguay untuk laga Sul-Americana. Robinho Jr mendapatkan cemoohan dari para pendukung di depan hotel tim di Pedro Juan Caballero, sementara Neymar justru tetap dielu-elukan oleh massa yang hadir di lokasi tersebut.