NTT Data resmi meluncurkan NTT Data Software Defined Infrastructure (SDI) Services Agent sebagai solusi inovatif dalam pengelolaan teknologi informasi. Dilansir dari Medcom, layanan ini merupakan sistem multi-agent berbasis percakapan yang dirancang khusus untuk menangani infrastruktur TI kompleks.
Perusahaan kini dapat mengelola berbagai vendor secara bersamaan melalui platform tunggal ini. Di tengah masifnya adopsi kecerdasan buatan (AI), agen SDI berfungsi sebagai orkestrator yang memantau lingkungan kerja secara real-time, mulai dari pusat data hingga keamanan siber.
Inovasi ini memberikan visibilitas langsung dan kecerdasan prediktif guna mempercepat penyelesaian kendala teknis serta meningkatkan nilai bisnis. Salah satu fitur utamanya adalah kemampuan interaksi menggunakan perintah bahasa alami atau natural language prompts.
Melalui fitur tersebut, tim TI dapat berkomunikasi langsung dengan infrastruktur untuk memperoleh wawasan yang dipersonalisasi. Langkah ini menandai perubahan model pemeliharaan tradisional menuju fokus pada hasil bisnis yang nyata di era AI.
Vice President IDC, Chris Barnard, menilai bahwa layanan infrastruktur konvensional saat ini mulai tertinggal oleh kebutuhan bisnis berbasis AI. Ia menekankan bahwa pendekatan NTT Data memberikan keunggulan strategis bagi pemimpin infrastruktur dalam mengelola operasional skala besar.
"Berbeda dengan asisten AI dari produsen peralatan asli (OEM) yang biasanya terbatas pada satu ekosistem vendor saja," jelas pernyataan resmi tersebut mengenai keunggulan lintas platform SDI Services Agent. Sistem ini juga membantu organisasi memantau dampak lingkungan melalui integrasi wawasan keberlanjutan.
Global Head Infrastructure Solutions di NTT Data, Inc., Dilip Kumar, menjelaskan bahwa layanan ini melampaui operasional rutin. Dengan analisis data telemetri dan konteks historis, agen ini mampu mengambil tindakan aman dengan tetap memastikan kontrol penuh tetap di tangan manusia.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·