OIKN: Kehadiran satwa liar bukti ekosistem kota hutan IKN terbentuk

Sedang Trending 14 jam yang lalu
Kehadiran beragam satwa liar tersebut menjadi salah satu tanda bahwa ekosistem yang sehat mulai terbentuk, seiring upaya mengembalikan fungsi alami kawasan melalui konsep smart-forest city

Nusantara (ANTARA) - Kehadiran satwa liar seperti Beruang Madu, Lutung Merah, Rusa Sambar, dan berbagai jenis burung di kawasan hutan Nusantara menjadi bukti bahwa kota hutan di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai terbentuk setelah dilakukan reforestasi sejak tahun 2022.

"Kehadiran beragam satwa liar tersebut menjadi salah satu tanda bahwa ekosistem yang sehat mulai terbentuk, seiring upaya mengembalikan fungsi alami kawasan melalui konsep smart-forest city," kata Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono di Nusantara, Jumat.

IKN merupakan kota hutan dengan 65 persen lahan merupakan hutan hujan tropis Kalimantan hasil reforestasi, yakni awalnya didominasi Hutan Tanaman Industri (HTI) Eukaliptus, namun berkat penanaman terus menerus kini menjadi hutan dengan keanekaragaman hayati.

Baca juga: Otorita jaga kawasan hutan untuk fondasi IKN sebagai kota hutan

Penanaman pohon juga dilakukan Jumat (5/6) ini dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan OIKN bersama PT Pamapersada Nusantara dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di kawasan Wanagama IKN.

Mengusung tema "Rooting for Future", kegiatan ini dihadiri Basuki Hadimuljono, Rektor UGM Prof. Ova Emilia, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Muhammad Zainal Arifin.

Wanagama IKN merupakan kawasan hutan seluas 621 hektare yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Kawasan ini dikembangkan sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan restorasi ekosistem hutan hujan tropis, yang mendukung visi IKN sebagai kota yang selaras dengan alam.

Baca juga: Otorita IKN: Investasi Rp1,2 triliun perkuat ekosistem kawasan IKN

"Pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya mengembalikan kehidupan alam agar dapat tumbuh berdampingan dengan aktivitas manusia," ujar Basuki.

Bagi IKN, kata dia, Hari Lingkungan Hidup tidak hanya diperingati setahun sekali, tetapi dijalankan setiap hari. Giat yang dilakukan di IKN ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi mengembalikan kehidupan alamnya.

"Hasilnya, kini kita mulai melihat berbagai satwa seperti Beruang Madu dan Lutung Merah kembali terpantau di kawasan IKN. Ini menunjukkan bahwa ekosistem yang kita bangun mulai hidup dan memberikan ruang bagi keanekaragaman hayati untuk berkembang," ujar Basuki.

Ia menyebut menanam pohon dan menjaga lingkungan merupakan bagian dari gaya hidup masyarakat serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tinggal dan bekerja di Nusantara.

Baca juga: Hutan IKN 1.805 hektare hasil rehabilitasi sudah didatangi satwa

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.