OJK: BPD tunjukkan kinerja solid, aset capai Rp1.036,51 T per Maret

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri bank pembangunan daerah (BPD) menunjukkan kinerja solid dan resilien dengan total aset sebesar Rp1.036,51 triliun atau tumbuh 3,20 persen secara tahunan (yoy) dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 26,19 persen per Maret 2026.

Pada periode yang sama, penyaluran kredit BPD tercatat Rp656,87 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp782,04 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa kinerja positif tersebut diiringi dengan tetap terjaganya kualitas pembiayaan.

Rasio non-performing loan (NPL) gross dan NPL nett yang masing-masing berada pada level 3,26 persen dan 1,27 persen. Hal ini menunjukkan ekspansi yang tetap berjalan di tengah dinamika ekonomi dan pendekatan yang lebih prudent.

Dian juga mencatat bahwa BPD terus memperkuat pengelolaan risiko melalui penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, peningkatan monitoring pascapenyaluran, serta pembentukan cadangan yang memadai sesuai ketentuan, sehingga kualitas aset tetap terjaga.

Menurut OJK, Roadmap Penguatan BPD 2024-2027 telah memberikan dampak positif dalam pengembangan industri BPD.

Hal ini salah satunya adalah penguatan daya saing BPD melalui implementasi ketentuan OJK terkait Konsolidasi dan Pemenuhan Modal Inti Minimum (MIM) yang bertujuan untuk mendorong penguatan permodalan industri perbankan.

Kebijakan ini telah mendorong pemenuhan modal inti BPD dari semula terdapat 18 BPD dengan modal inti minimum kurang dari Rp3 triliun pada 2019 menjadi hanya 10 BPD pada akhir 2024, yang semuanya telah membentuk Kelompok Usaha Bank (KUB).

Pelaksanaan KUB ini diharapkan dapat memperkuat resiliensi BPD dan meningkatkan daya saing melalui sinergi yang baik antara bank induk dengan anggota KUB, sehingga peran BPD semakin meningkat dalam menjalankan fungsi intermediasi serta sebagai agen pembangunan di daerah.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.