Operasi SAR di Gunung Dukono Berakhir

Sedang Trending 1 jam yang lalu

KANTOR SAR Ternate, Maluku Utara, resmi menutup operasi pencarian dan evakuasi terhadap 20 pendaki yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono yang terjadi pada Jumat pagi, 8 Mei 2026. Operasi evakuasi berakhir setelah tim penyelamat berhasil menemukan dan membawa turun jasad dua pendaki warga singapura pada Minggu sore, 10 Mei 2026. 

“Sekarang proses operasi pencarian sudah resmi dihentikan setelah semua korban meninggal berhasil dievakuasi. Tim evakuasi semuanya sudah turun dari lokasi kejadian,” kata Kepala SAR Kota Ternate, Iwan Ramdani, yang ditemui di Pos Evakuasi Desa Mamuya, Galela, Halmahera Utara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Iwan, operasi evakuasi pertama kali dilakukaopn pada Jumat segera setelah Kantor SAR Ternate menerima sinyal SOS pada koordinat 1°42’13.7″N/127°52’50.2″E yang berada di kawasan puncak Gunung Dukono. Dari informasi yang diterima ada pendaki yang terjebak setelah terjadi erupsi. Belakangan diketahui jumlah pendaki itu 20 orang terdiri dari 11 wisatawan dan selebihnya pendamping dari Ternate maupun kampung setempat. 

Tim SAR kemudian bergerak dan berhasil mengevakuasi 17 orang, dimana 7 orang diantaranya merupakan warga negara Singapura. Seorang korban tewas, wisatawan warga Indonesia, berhasil dievakuasi pada Sabtu, sebelum dua asal Singapura pada hari ini. "Sebelumnya evakuasi korban pendaki sempat berjalan lambat karena cuaca yang tidak bersahabat. Hujan deras. Gunung Dukono juga masih terus erupsi. Beberapa kali operasi evakuasi sempat dihentikan,” tutur Iwan.  

Kapolres Halmahera Utara Ajun Komisaris Besar Erlichson Pasaribu mengatakan, 20 orang pendaki yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono merupakan pendaki yang mengambil jalur Desa Mamuya, Kecamatan Galela. Jalur ini telah dinyatakan ditutup untuk aktivitas pendakian sejak 17 April 2026. “Sekarang pendaki yang selamat telah kembali pulang. Kami juga sudah meminta masyarakat untuk tidak mendaki lagi sebelum status penutupan dicabut,” ujar Erlichson.

Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menyampaikan apresiasi dan penghargaan terhadap semua pihak yang terlibat dalam evakuasi para pendaki tersebut. Dia juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak beraktivitas di dekat kawah gunung dan selalu mengikuti arahan dari petugas serta informasi resmi dari instansi terkait. “Kami berharap kejadian ini bisa menjadi yang terakhir,” kata Piet pada Tempo.