PAM JAYA Gandeng Bin Zayed International Garap Infrastruktur Air Jakarta

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PAM JAYA terus memperkuat strategi demi menjamin ketersediaan pasokan air bersih berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di wilayah ibu kota.

Langkah ini dilakukan melalui penjajakan kolaborasi bersama perusahaan global Bin Zayed International yang memiliki portofolio luas di sektor infrastruktur, properti, hingga energi, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kunjungan tim PAM JAYA ke Malaysia merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Balai Kota DKI Jakarta untuk membahas potensi pengembangan infrastruktur dasar dan layanan perkotaan.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mempercepat target cakupan layanan air minum hingga 100 persen, Bin Zayed International dan PAM JAYA telah resmi menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA).

Kesepakatan tersebut membuka akses pertukaran data serta kajian teknis yang lebih mendalam mengenai pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Jakarta untuk masa mendatang.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyatakan bahwa kemitraan dengan berbagai pihak eksternal menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan layanan air bersih.

"Arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wagub sangat jelas, bahwa pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi. PAM JAYA memiliki target besar untuk mencapai 100 persen cakupan layanan air minum di Jakarta. Karena itu, kami perlu membangun kerja sama dengan mitra-mitra yang memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang," ujar Arief.

Menurut Arief, fokus utama perusahaan saat ini tidak hanya terbatas pada perluasan jaringan distribusi saja, tetapi juga menangani masalah tingkat air tak berbayar atau Non-Revenue Water (NRW).

Tantangan teknis di lapangan dinilai sangat kompleks karena kondisi Jakarta sebagai kota padat penduduk dengan jaringan utilitas bawah tanah yang sangat dinamis dan beragam.

"Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar PAM JAYA. Di Jakarta, tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, dan kebutuhan layanan yang terus meningkat. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bin Zayed International, menjadi penting untuk melihat kemungkinan dukungan teknologi, investasi, dan pengalaman internasional yang relevan bagi Jakarta," kata Arief.

Bin Zayed International juga menunjukkan ketertarikan pada agenda pembangunan infrastruktur strategis lainnya di Jakarta, termasuk potensi keterlibatan dalam proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa.

Minat tersebut sejalan dengan visi transformasi Jakarta menjadi kota global yang tangguh dan memiliki infrastruktur berkelanjutan untuk menopang kehidupan masyarakatnya di masa depan.

Selain dengan pihak Malaysia, PAM JAYA sebelumnya juga telah menjajaki komunikasi serupa dengan sejumlah mitra internasional dari Turki dan Swiss untuk pertukaran pengetahuan serta pemanfaatan teknologi terkini.

Arief menegaskan bahwa seluruh proses penjajakan kerja sama ini tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan kepentingan utama warga Jakarta di atas segalanya.

"Penandatanganan NDA ini bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berbasis kajian yang matang. PAM JAYA akan terus menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta kepentingan warga Jakarta sebagai prioritas utama," ujar Arief.